IHSG Bergerak Positif Dikerek Moncernya Outlook Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan pekan ini diprediksi bergerak positif didorong imbas dinaikkannya outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P).

    Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, investor asing menarik sekitar Rp516,56 miliar dari pasar saham Indonesia.

    Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ke tren net sell setelah sehari sebelumnya membukukan pembelian bersih Rp323,04 miliar dan mengakhiri tren net sell 10 hari dengan nilai kumulatif melebihi Rp3,26 triliun.

    Adapun, sepanjang pekan lalu, IHSG mencatatkan kenaikan 1,68% dan bergerak pada kisaran 5.218,35—5.335,44.

    Reza Priyambada, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia mengatakan munculnya berita positif berupa kenaikan peringkat outlook S&P yang diikuti berita pembagian dividen dari beberapa emiten mampu membalikan animo pelaku pasar.

    Arah IHSG yang sebelumnya sempat hilang mood, secara perlahan mampu kembali dan membuat laju IHSG kembali berbalik ke zona hijau.

    Dia memprediksi, pada perdagangan pekan ini IHSG berada pada rentang support 5.212-5.295 dan resisten 5.340-5.355. Menurutnya, IHSG sedang mencoba mempertahankan kenaikannya meski secara harian masih diselingi dengan aksi jual.

    Namun demikian, masih adanya pelaku pasar yang beranggapan harga saham lebih rendah dibandingkan sebelum kejatuhan IHSG mampu mengimbangi aksi profit taking yang terjadi.

    Dia berharap, akan ada rilis data-data global yang positif sehingga mampu menahan pelemahan IHSG.

    “Kami harapkan aksi jual dapat kembali berkurang sehingga IHSG dapat melanjutkan membentuk tren kenaikan jangka menengahnya,” kata Reza, Minggu (24/5).

    Selain itu, sentimen belum akan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat turut menambah sentimen positif meski dibatasi dengan adanya aksi ambil untung.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).