Produsen Batu Bara Kedua Terbesar di AS Stop Beroperasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tambang di Potosi, Bolivia, September 2010.  Paolo Gabrielli, peneliti dari Universitas Ohio, menyebutkan bahwa bukti tersebut memperlihatkan bahaya revolusi industri terhadapa lingkungan dan sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu AIZAR RALDES/AFP/Getty Images

    Pekerja tambang di Potosi, Bolivia, September 2010. Paolo Gabrielli, peneliti dari Universitas Ohio, menyebutkan bahwa bukti tersebut memperlihatkan bahaya revolusi industri terhadapa lingkungan dan sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu AIZAR RALDES/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Alpha Natural Resources Inc, produsen batu bara kedua terbesar di Amerika Serikat berdasarkan penjualan, berencana menghentikan operasionalisasi tambangnya di wilayah Virginia Barat karena kondisi pasar yang terus melemah.

    Penghentian kegiatan operasional tersebut akan membuat 439 pekerja di tambang bawah tanah Camp Creek terkena dampak. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh perseroan itu.

    Adapun berdasarkan Mine Safety and Health Administration, tambang tersebut menghasilkan 2,3 juta ton batu bara termal sepanjang tahun lalu.

    "Ini adalah masa yang tidak pernah terjadi sebelumya dalam industri batu bara," kata Chief Executive Officer Alpha Natural Resources Kevin Crutchfield seperti dikutip Bloomberg, Sabtu, 23 Mei 2015.

    Sebagian besar produsen batu bara di seluruh dunia kini tengah mengalami masa-masa kemerosotan terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

    Jenis batu bara termal, yang digunakan untuk pembangkit listrik, menghadapi tekanan berat dari gas alam murah dan ketatnya regulasi mengenai emisi gas-gas rumah kaca.

    Hal serupa juga dialami batu bara untuk metalurgi. Masalahnya, berkurangnya permintaan dari Cina membuat batu bara jenis tersebut berada di titik terendah dalam tujuh tahun terakhir.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.