Adira Quantum-Adira Finance, Kebijakan Saling Menguntungkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamina Multi Finance Tbk. menyatakan sinergi perusahaannya dengan PT Adira Quantum Multi Finance (Adira Kredit) akan dimulai pada bulan depan.

    Marwoto Soebiakno, Komisaris Adira Quantum, mengatakan bentuk sinergi itu denganmemanfaatkan jaringan distribusi Adira Finance serta melakukan optimalisasi dalam cross selling produk Adira Quantum, yang merupakan pembiayaan barang elektronik dan furnitur.

    Dia menegaskan bentuk antara keduanya adalah sinergi atau kebijakan yang saling menguntungkan, bukan peleburan Adira Quantum seperti isu yang belakangan berhembus.

    “Modelnya tidak peleburan. Kami tetap dua identitas yang berbeda. Kami harapkan bisa Juni mulai,” katanya seperti dikutip Bisnis.com, Jumat (22/5/2015).

    Secara bertahap, Marwoto mengatakan bentuk pendanaan Adira Quantum akan berbentuk joint financing kepada Adira Finance. Selama ini, mayoritas pendanaan Adira Quantum masih berupa pembiayaan bersama dengan Bank Danamon.

    Saat ini, dia mengatakan pihaknya masih dalam tahap persiapan teknis dalam hal teknologi dan sinkronisasi sinergi kedua perusahaan.

    I Made Dewa Susila, Direktur Keuangan Adira Finance, enggan bicara total nilai yang diharapkan bisa tercapai dari sinergi dua pembiayaan tersebut.

    “Idenya, Adira Quantum akan memanfaatkan infrastruktur dan consumer based Adira Finance, nah tinggal menjual produknya. Dengan penjualan bersama begini pasti lebih efisien,” katanya.

    Apalagi, dia mengatakan Adira Finance tengah mengkaji peluang pembiayaan multiguna, baik untuk pembiayaan modal, investasi ataupun jasa sehingga sinergi ini akan lebih menguntungkan.

    “Sekarang masih dalam tahap riset, kami harapkan kuartal IV/2015 bisa launch apa produk yang akan kami masuki,” katanya.

    Willy Suwandi Dharma, Presiden Direktur Adira Finance mengatakan belum akan merevisi target pembiayaan baru akhir tahun Adira sebesar Rp35,8 triliun kendati industri masih mengalami perlambatan penjualan kendaraan bermotor.

    Dalam kesempatan itu, RUPS memutuskan untuk membayarkan dividen tunai sebesar Rp396 miliar atau Rp396 per lembar saham. Jumlah itu merupakan 50% dari total laba perusahaan tahun lalu sebesar Rp792 miliar. Sedangkan 50% sisanya digunakan sebagai laba ditahan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.