Proyek 1 Juta Rumah: Dana Sudah Siap, Pengembang Tak Serius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara sebuah kompleks perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan satu juta rumah yang akan digelontorkan dari APBN 2015 senilai Rp. 13 triliun. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Foto udara sebuah kompleks perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan satu juta rumah yang akan digelontorkan dari APBN 2015 senilai Rp. 13 triliun. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    BISNIS.COMJakarta - Penyerapan dana untuk program satu juta rumah masih minim akibat kurang seriusnya pengembang. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono mengatakan aksi pengembang dalam membangun satu juta rumah belum terlihat. Padahal dana untuk merealisasikan program yang dimulai April 2015 itu sudah tersedia.

    “Dana sudah ada, tetapi supply rumahnya belum ada. Bagaimana kami mau memberikan KPR kalau belum ada rumah yang dibiayai. Kami meminta keseriusan pengembang untuk menjalankan program prorakyat ini,” ujar Maryono dalam keterangan resminya yang dikutip Bisnis.com, Jumat, 22 Mei 2015.

    Maryono mengklaim BTN telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengakselerasi program pemerintah tersebut. Di antaranya melalui program KPR dengan uang muka 1 persen, masing-masing untuk pembelian rumah susun milik (rusunami) pada Maret 2015 dan pembelian rumah tapak bulan April 2015.

    BTN juga menawarkan suku bunga KPR Sejahtera FLPP sebesar 5 persen, cicilan tetap hingga 20 tahun, serta perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran. Maryono meyatakan telah mempercepat proses pengurusan hingga persetujuan KPR menjadi hanya tiga hari kerja. Dukungan dana program satu juta rumah, ucap dia, diproyeksikan bakal bertambah. 

    Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Jeffry Haryadi menuturkan saat ini tengah mengajukan revisi terkait dengan aturan investasi. Tujuannya, kata Jeffry, agar lebih banyak dana investasi yang bisa ditempatkan perseroan di Bank BTN untuk program nasional tersebut.

    Jeffry merinci, batas maksimal dana yang bisa ditempatkan di BTN senilai Rp 10 triliun. Sementara itu, dana investasi untuk properti yang disiapkan BPJS mencapai Rp 20 triliun. Menurut Jeffry, BPJS Ketenagakerjaan juga membantu program satu juta rumah melalui penyediaan lahan dan konsumen. 

    Hingga kini, kata Jeffry, dari enam lahan yang disediakan perseroan, tiga lahan belum digarap. “Jadi masih ada kesempatan bagi pengembang untuk melakukan penawaran,” ujar Jeffry.

    Kerja sama BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah berlangsung sejak 2006 melalui produk KPR Sederhana Sehat Jamsostek, KPR Jamsostek, dan Kredit Konstruksi Jamsostek. Bank yang berfokus pada KPR ini juga bekerja sama menyalurkan pinjaman untuk pembayaran uang muka rumah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.