Korupsi Hambat Indonesia Bersaing di MEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor, Rachmat Yasin dikawal keluar dari Gedung KPK, Jakarta (9/5). Ketiga tersangka ditangkap KPK beserta barang bukti uang tunai Rp1,5 miliar telah resmi menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan ditahan di rutan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bupati Bogor, Rachmat Yasin dikawal keluar dari Gedung KPK, Jakarta (9/5). Ketiga tersangka ditangkap KPK beserta barang bukti uang tunai Rp1,5 miliar telah resmi menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan ditahan di rutan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Batam - Duta Besar Indonesia untuk ASEAN Ngurah Swadaya mengatakan korupsi mengakibatkan upaya untuk bersaing dengan negara lain menjadi terhambat, sehingga terhambat pula pertumbuhan ekonomi. Saat ini daya saing Indonesia di posisi 34 dunia, kalah dengan Singapura di posisi 2 dan Thailand di posisi 30.

    Ngurah Swadaya menyebut tercatat 284 kepala daerah di Indonesia, 3.169 anggota DPR, dan 1.221 pegawai negeri sipil (PNS) tersangkut korupsi. "Jadi harus dicegah agar tidak korupsi," kata Ngurah Swadaya di hadapan para mahasiswa, pengusaha, dan stakeholder Kota Batam dalam acara seminar bertajuk "Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN" di Batam, Kamis, 21 Mei 2015.

    Berbicara tentang MEA, kata Ngurah, sebanyak 40 persen penduduk negara-negara Asean itu adalah Indonesia, yang juga merupakan pangsa pasar regional ASEAN. Namun agar saling menguntungkan antar negara ASEAN diperlukan kemampuan bersaing global karena posisi negara ASEAN adalah kekuatan ke-3 ekonomi dunia. Masyarakat Ekonomi ASEAN, kata Ngurah, tak perlu dikhawatirkan sebab negara lain pun memiliki kekurangan yang sama. Yang jelas, kata dia, Indonesia adalah pangsa pasar. Sebaliknya, Indonesia juga harus meningkatkan daya saing untuk menggapai keberhasilan dalam peningkatan ekonomi.

    Selain itu, bidang ketenagakerjaan juga harus diperhatikan. Sebab, kata dia, dari tujuh juta pengangguran di Indonesia, sebanyak 46.6 persen angkatan kerja di Indonesia adalah tamatan sekolah dasar dan 33,5 persen sekolah menengah. " Itu belum termasuk setengah penganggur," ujarnya.

    Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP-Batam) Mustofa Wijaya mengatakan Batam siap menghadapi MEA. Apalagi infrastruktur sudah tersedia meskipun perlu penambahan di sana-sini. "Batam siap," katanya.

    Saat ini BP-Batam terus membangun kebutuhan investor dan masyarakat Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam tumbuh di atas 6 persen tiap tahun. Penanam Modal Asing berinvestasi rata-rata 100 perusahaan tiap tahun. Sampai April 2015 13 PMA berinvestasi di Batam dengan nilai 17,7 juta dolar Amerika.

    RUMBADI DALLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.