Menkeu: Tingkat Kenaikan Pendapatan Negara Capai 28,5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan realisasi pendapatan negara hingga 20 Mei 2015 telah mencapai Rp 502,7 triliun atau 28,5 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan sebesar Rp 1.761,6 triliun.

    "Persentase pendapatan sudah mulai menyusul belanja karena ada perbaikan dalam penerimaan pajak," kata Bambang dalam jumpa pers perkembangan ekonomi makro dan realisasi APBN-P 2015 di Jakarta, Kamis.

    Menteri Bambang menjelaskan peningkatan realisasi pendapatan negara tersebut didukung perbaikan kinerja penerimaan pajak akibat penerapan kebijakan reinventing policy yang mulai berlaku efektif sejak Mei 2015. "Penerimaan pajak naik lebih tinggi, tidak mungkin akibat pengaruh PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) karena harga minyak sedang turun. Ini karena reinventing policy karena di triwulan I kita masih business as usual," ujarnya.

    Ia menambahkan, penerimaan pajak dari PPh nonmigas relatif membaik karena program Tahun Pembinaan Pajak yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pajak berjalan efektif. Namun penerimaan PPN dan PPnBM masih terlihat menurun.

    Penerimaan pajak tanpa PPh migas tercatat per 20 Mei 2015 telah mencapai Rp 342 triliun, yang di antaranya terdiri atas penerimaan PPh nonmigas sebesar Rp 215,3 triliun serta penerimaan PPN dan PPnBM sebanyak Rp 124,2 triliun. Adapun penerimaan pajak pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 331,9 triliun, yang di antaranya terdiri atas penerimaan PPh nonmigas Rp 194,3 triliun serta PPN dan PPnBM sebesar Rp 134,6 triliun.

    Menteri Keuangan juga menyebutkan realisasi belanja negara per 20 Mei 2015 tercatat baru sebesar Rp 548,7 triliun, atau 27,7 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun.

    Realisasi belanja tersebut dibantu penyerapan belanja pegawai dan bantuan sosial yang lebih tinggi dibandingkan Mei 2014. Namun realisasi belanja modal masih lebih rendah karena terkait dengan proses restrukturisasi organisasi di kementerian-lembaga.

    "Meskipun realisasi belanja modal lebih rendah, diperkirakan akan dilakukan penyerapan berkenaan dengan telah selesainya dokumen DIPA APBN-P 2015, proses restrukturisasi organisasi dan nomenklatur, serta pelelangan," tutur Menteri Bambang.

    Ia mengatakan saat ini lebih dari 40 persen anggaran belanja modal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah terkontrak, dan lebih dari 37 persen dalam proses pelelangan untuk mempercepat proses penyerapan belanja modal. 

    Pada kesempatan yang sama, Menteri juga memaparkan perkembangan asumsi dasar ekonomi makro hingga Mei. Antara lain pertumbuhan ekonomi 4,7 persen, tingkat inflasi 6,8 persen, dan nilai tukar rupiah Rp 12.866 per dolar AS. Selain itu, tingkat suku bunga SPN tiga bulan sebesar 5,6 persen, harga minyak mentah Indonesia rata-rata US$ 53 per barel, lifting minyak rata-rata 742 ribu barel per hari, dan lifting gas rata-rata 1.164 ribu barel setara minyak per hari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?