Red Ginger Corner Bidik Mitra Herbal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman hangat Sekoteng Singapura berupa seduhan air jahe dan pandan berisikan roti, biskuit, mutiara, kolang-kaling, kacang hijau, jali dan tangkwe di Sukabumi. Tempo/Rully Kesuma

    Minuman hangat Sekoteng Singapura berupa seduhan air jahe dan pandan berisikan roti, biskuit, mutiara, kolang-kaling, kacang hijau, jali dan tangkwe di Sukabumi. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ternyata menjadi ide bisnis tersendiri yang dieksekusi dengan baik oleh Darul Mahbar. Dia sukses mengembangkan minuman dengan bahan jahe merah yang diklaim punya manfaat baik untuk kesehatan tubuh.

    Tak sekedar menjual minuman jahe begitu saja, dia mengemasnya dengan menarik dan bahkan menambahkan aneka varian rasa seperti kopi dan cokelat. Usaha dengan merek Red Ginger Corner yang berbasis di Jakarta Barat tersebut terus dikembangkannya dengan mengggaet investasi dari publik dalam bentuk kemitraan.

    Darul berujar Red Ginger Corner sebenarnya tak sulit menembus pasar dan pasarnya masih tetap prospektif. Konsumen yang dibidiknya adalah segmen dewasa yang peduli pada minuman kesehatan.

    “Pasar yang cocok adalah segmen itu, karena sekarang mulai tren orang mencari minuman herbal,” ujarnya.

    Cikal bakal bisnis Darul dimulai dari didirikannya Tri Agro Sukses, perusahaan yang fokus pada pengembangan pengobatan herbal berbasis jahe merah. Trio Agro Sukses mulai memproduksi jahe merah instan dengan merek “Cangkir Mas” pada 2008.

    Kemudian mulai 2010, dia mulai mendirikan Red Ginger Corner sebagai cafe yang menggunakan bahan baku jahe merah Cangkir Mas. Ada empat macam minuman yang dimiliki Red Ginger Corner yakni produk berbahan jahe, produk kopi, produk green tea dan produk fun drink yakni minuman rasa buah.

    Produk berbahan jahe memiliki delapan varian rasa, antara lain yang original, espresso ginger, creamy ginger, vanilalate ginger, chocolate ginger, cappuccino ginger, strawberry ginger, green tea ginger.

    Sedangkan produk berbahan dasar kopi mempunyai empat varian yakni espresso coffee, cappuccino coffee, mochacino coffee, dan vanilalate coffee. Adapun minuman teh hijau hadir dengan tiga varian rasa seperti green tea vanillagreen tea orange, dan green tea krimer alias teh tarik.

    Darul memperkenalkan produknya pada satu event di Balai Kartini pada 2010 lalu dan mendapat respons yang besar. Kemudian dia mulai menawarkan paket kemitraan dengan modal Rp7,5 juta.

    Namun sejak awal tahun ini, paket investasi tersebut naik menjadi Rp9,9 juta karena alasan penambahan produk dalam paket usaha. Dengan investasi Rp9,9 juta, mitra mendapat satu unitbooth; perlengkapan seperti blenderdispensercoffee maker, ice box; media promosi sepertibanner dan flyer; seragam; SOP pelayanan dan penyajian serta SDM keuangan.

    Dia juga memberikan bahan baku seperti Red Ginger delapan rasa untuk 160 cup, bahan baku kopi empat rasa untuk 80 cup, bahan baku green tea tiga rasa untuk 60 cup. Ada juga produk jahe merah cap Cangkir Mas dalam tiga varian dengan jumlah 80 toples.

    Dari proyeksinya, dengan harga jual sekitar Rp5.000-Rp10.000 per cangkir, mitra bisa meraup omzet Rp9 juta jika estimasi sehari bisa menjual 50-60 cangkir.

    “Keuntungan yang didapat bisa 50% dan balik modal dalam lima bulan,” kata dia.

    Bagi yang ingin bergabung sebagai mitra, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Dia meminta calon mitra untuk mengisi formulir yang bisa didapat di situs websitenya, kemudian membayar DP investasi sebesar 50%.

    Kemudian dia akan mempersiapkan booth dan perlengkapan maksimal dua pekan setelah DP diterima. “Setelah itu mitra membayar pelunasan investasi dan ongkos kirim,” ujarnya.

    Sistem kerja sama yang dia tawarkan tak dikenai biaya waralaba atau bagi hasil. Mitra juga punya hak milik seumur hidup atas bisnisnya.  Namun dia tetap mewajibkan semua mitra untuk membeli bahan baku dari pusat sepanjang masih memakai brand Red Ginger Corner.

    Bahan baku yang disediakan oleh pusat dapat dibeli dengan minimal Rp50.000. Jika pembelian di atas Rp500.000 untuk wilayah Jakarta akan bebas ongkos kirim. Sedangkan untuk luar kota bebas ongkos kirim jika pembelian di atas Rp2,5 juta.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.