MetLand Gandeng Investor Asing Kembangkan MetLand Cyber City

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Direktur Metland Nanda Widya dan Direktur pengembangan Usaha Metland Anbar Sudradjat. TEMPO/Dasril Roszandi

    President Direktur Metland Nanda Widya dan Direktur pengembangan Usaha Metland Anbar Sudradjat. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk melakukan penjajakan dengan investor asing untuk mengembangkan Metland Cyber City.

    Kini, baru satu investor dari Singapura yang siap menggarap proyek berlokasi di Cipondoh, Tangerang itu. Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nanda Widya, mengatakan Metland Cyber City merupakan megaproyek terpadu seluas 60 hektare yang memakan waktu pengembangan hingga 10 tahun.

    Adapun investor dari Singapura bakal menggarap lahan seluas 9,7 hektare.

    "Lahan kami kan masih luas, jadi kami terbuka jika ada investor masuk. Beberapa kami sudah melakukan penjajakan," katanya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2015.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land Olivia Surodjo menjelaskan, selain perusahaan asal Sigapura, pihaknya telah melakukan penjajakan dengan mitra asing lainnya.

    Tanpa memberikan detail informasinya, dia menyebut beberapa mitra berasal dari negara-negara di belahan Asia. Baginya, menggandeng mitra asing yang kompeten menjadi jurus pemasaran yang jitu. Oleh karena itu, perusahaan tidak ingin salah pilih mitra sehingga menyebabkan proyeknya terganggu.

    “Nanti tahap selanjutnya, kami bangun mal di mana kami telah menjajaki kerjasama dengan operator asing. Jadi bentuknya adalah Joint Venture antara operator lokal dan operator asing,” ujarnya.

    Dengan begitu, mitra tersebut diharapkan mampu mendatangkan tenant-tenant asing yang berkualitas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.