Lebaran, Stok Sapi di Jawa Barat Berlimpah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapi yang sudah menginap di hotel sapi, ditali dan diikat kencang di atas truk agar tidak lepas saat akan diberangkatkan kembali. Batang, Jawa Tengah, 11 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Sapi yang sudah menginap di hotel sapi, ditali dan diikat kencang di atas truk agar tidak lepas saat akan diberangkatkan kembali. Batang, Jawa Tengah, 11 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha mengklaim, stok sapi menghadapi Hari Raya Lebaran nanti bakal surplus. “Menurut perhitungan di atas kertas, dari kebutuhan sampai stok, masih aman,” kata dia di Bandung, Rabu, 20 Mei 2015.

    Doddy mengatakan, pasokan sapi dari sejumlah daerah ke Jawa Barat ditaksir menembus 110 ribu ekor. "Jumlah tersebut yang dipersiapkan menjelang Lebaran, berasal dari NTT, NTB, Lampung, Jawa Tengah, dan Yogyakarta," kata dia.

    Adapun hitungan kebutuhan pasokan daging sapi selama 43 hari sampai perayaan Lebaran menembus 56 ribu ekor. "Artinya masih ada sisa lebih dari 50 ribuan ekor," kata Doddy.

    Menurut Doddy, harga daging sapi saat ini masih bertahan di kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu perkilogram, bergantung jenis daging. Kendati pasokan surplus, harga kemungkinan naik. "Harga yang bermain pedagang, dan itu memang momen dia," kata dia.

    Doddy memperkirakan, kendati harga naik, dengan stok yang surplus, lonjakannya tidak akan terlalu besar. “Kemungkinan kenaikan harga antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribuan per kilogram,” kata dia.

    Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat Diden Trisnadi mengatakan, ketahanan stok sejumlah komoditas aman. Beras misalnya, pasokannya masih melimpah selepas panen raya Maret-April 2015 kemarin. “Dari sisi produksi Insya Allah aman, tinggal distribusinya,” kata dia di Bandung, Rabu, 20 Mei 2015.

    Diden mengatakan, bawang merah yang saat ini naik tinggi, diperkirakan harganya akan turun. Dia beralasan, petani akan masuk panen di bulan ini. “Bawang sedang diperluas sentranya, asalnya di daerah Pantura saja kami coba kembangkan di Bandung,” kata dia.

    Cabe merah misalnya, saat ini sedang mendapat sentuhan program pemerintah pusat untuk perluasan areal tanamnya di Jawa Barat. “Tinggal pengaturan saja. Biasanya petani tidak mau menanam di musim kemarau, kalau dengan bantuan poma mudah-mudahaan mau menanam. Stok lebih aman untuk cabe,” kata Diden.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, harga umumnya naik secara psikologis jelang Lebaran. "Kami minta masyrakat tidak beli jor-joran,” kata dia di Bandung, Rabu, 20 Mei 2015.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah akan mengupayakan pengamanan stok bahan makanan, termasuk distribusinya. “Jangan sampai suplay bagus, permintaan naik sedikit, tapi melonjak harganya. Kami antisipasi hal-hal seperti ini,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.