Soal Temuan Beras Plastik, Ini Kata Menteri Amran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli beras impor asal Thailand di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 20 Februari 2015. Terlihat pembeli tersebut membeli beberapa karung beras. TEMPO/Subekti

    Warga membeli beras impor asal Thailand di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 20 Februari 2015. Terlihat pembeli tersebut membeli beberapa karung beras. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor -  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Kepolisian segara menangkap dan mengusut tuntas pelaku yang menjual dan mendistribusikan beras yang diduga dioplos plastik, " Pokoknya harus di tindak yang memasoknya," katanya saat sidak di Pasar Cibinong, Rabu 20 Mei 2015.

    Menteri Amran sempat menyebutkan jika beras plastik tersebut merupakan beras impor, "Kemingkinan beras Impor, tapi ini masih dicek apakah ini impor atau dalam negeri, itu masih katanya dari Cina."

    Dia menambahkan, ia mendengar informasi  ini setelah ramai pembicaraan temuan beras plastik di  Bekasi, "Kami masih melakukan cek lab, dan targetnya tidak lebih dari satu bulan, yang penting untuk mengantisipasi hal ini harus mencintai poduk Indonesia serta jangan impor, " kata dia.

    Amran mengatakan sidak yang dilakukan di Pasar Cibonong tersebut untuk mengecek harga di pasar dan untuk memastikan harga beras , "Hari ini kami mengecek harga beras di pasar dan kami baru baru keliling Indonesia untuk cek harga beras."

    Sementara itu, Andi Tan, 43 tahun, salah seorang pedagang beras di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor mengatakan, dia dan sebagian besar pedagang di Pasar Cibinong tidak menjual dan menyediakan beras impor, "Di pasar Cibonong ini tidak menjual beras impor, karena disini mendapat pasokan langsung dari daerah yang menjadi lumbung beras diantaranya, Karawang, Cinjur dan Subang," katanya.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.