Bidik Pasar Indonesia, Hong Kong Pasok 100 Produk Gaya Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat produk sepatu di salah satu stan pada pameran Lifesyle Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (15/3). Pameran yang berlangsung pada tanggal 15-17 maret 2012 tersebut diikuti 200 perusahaan dari Hongkong dan Provinsi Guangdong yang menampilkan produk elektronik, suvenir, produk rumah tangga, fashion dan aksesorisnya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung melihat produk sepatu di salah satu stan pada pameran Lifesyle Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (15/3). Pameran yang berlangsung pada tanggal 15-17 maret 2012 tersebut diikuti 200 perusahaan dari Hongkong dan Provinsi Guangdong yang menampilkan produk elektronik, suvenir, produk rumah tangga, fashion dan aksesorisnya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) akan menggelar pameran bertajuk "In Style Hong Kong" dengan menghadirkan 100 merek top dari negara itu. Acara ini ditargetkan membidik konsumen Indonesia yang dianggap potensial.

    "Mengapa hanya 100? Karena kami menginginkan merek terbaik yang tampil di Indonesia," kata Direktur HKTDC Indonesia Leung Kwan Ho dalam temu media di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2015.

    Pameran itu akan berlangsung pada 17 hingga 19 September 2015 di Jakarta Convention Center. Aneka produk gaya hidup yang disuguhkan meliputi busana, alat elektronik, suvenir, hingga peralatan rumah tangga.

    Sasaran yang dibidik tak hanya pembeli, tapi juga penyalur atau pedagang. "Sekitar 10 ribu konsumen, pedagang, importir, distributor, ritel, dan bisnis mail-order ditargetkan untuk mengunjungi ekspo ini," kata Leung Kwan Ho.

    Ho menambahkan, pemilihan Indonesia sebagai lokasi pameran karena negara ini memiliki populasi penduduk kelas menengahnya sangat besar. Dari sekitar 250 juta jiwa, kelas menengahnya lebih dari 61 juta jiwa dan memiliki daya beli yang terus meningkat.

    "Tahun lalu, perekonomian Indonesia tumbuh 5 persen, dan diperkirakan akan terus berkembang hingga 5,5 persen pada akhir 2015," kata pria yang telah tinggal di Indonesia selama dua tahun itu. Indonesia juga dinilai ikut berkomitmen dalam skema ASEAN Common Effective Preferential Tarrifs (CEPT), yang sangat menguntungkan kegiatan ekspor dan impor.

    ANTARA | ES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.