Kowani Berikan Pelatihan Kaum Perempuan untuk Hadapi MEA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berpidato saat upacara pembukaan KTT ASEAN ke-26 di Kuala Lumpur, Malaysia, 27 April 2015. Perdana Menteri Malaysia memuji semangat negara Asean atas peran serta dalam misi kemanuasiaan konflik Yaman. REUTERS/Olivia Harris

    Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berpidato saat upacara pembukaan KTT ASEAN ke-26 di Kuala Lumpur, Malaysia, 27 April 2015. Perdana Menteri Malaysia memuji semangat negara Asean atas peran serta dalam misi kemanuasiaan konflik Yaman. REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubiyanto Wiyogo mengatakan pihaknya membekali kaum perempuan dengan keterampilan dalam mengadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung pada akhir 2015.

    "Berbagai pelatihan seperti batik, olahan ikan, makanan dan minuman, kami selenggarakan untuk membekali perempuan menghadapi MEA," ujar Giwo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

    Dengan bekal keterampilan itu, diharapkan perempuan bisa mandiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

    "Perempuan sebagai pemain utama dalam mencintai produk-produk dalam negeri. Perempuan harus mendidik anak-anaknya dan keluarganya supaya mencintai produk lokal dalam negeri," tambah dia.

    Perempuan merupakan agen yang memiliki pengaruh kuat bagi lingkungannya, sambung da, jika kecintaan pada produk lokal tinggi maka produk-produk asing akan sulit bersaing di Tanah Air.

    Kemudian, upaya lainya memperkuat basis ekonomi kerakyatan. Pengusaha harus punya strategi pemasaran supaya bisa bersaing dengan produk MEA.

    Menjelang Kowani Fair yang akan diselenggarakan pada 21-24 Mei, pihaknya memberikan pelatihan bagi pengusaha kecil. Sebanyak 140 perempuan pengusaha kecil dan menengah dari berbagai daerah akan hadir untuk memperkenalkan berbagai produknya.

    "Pada Kowani Fair tidak akan ada produk luar negeri. Kalau sampai ada produk luar negeri akan disweeping tak boleh dipamerkan, sebab ini tujuannya mempromosikan produk-produk lokal agar dikenal," lanjut perempuan penggemar kura-kura itu.

    Ketua SC Kowani Fair, Ony Jafar, mengatakan pihaknya mendorong para pengusaha untuk menyiapkan diri menghadapi MEA.

    "Siap tidak siap harus dihadapi, tapi ada caranya. Caranya dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi para perempuan," tukas Ony.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.