JK: Bandara di Indonesia Adopsi Konsep Modern yang Efisien

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla tak setuju jika bandara di indonesia menerapkan konsep tradisional dan lebih memilih konsep modern. Mengapa demikian? 

    Kalla berpendapat, konsep pembangunan bandara internasional di Indonesia perlu mengadopsi konsep modern karena dianggap lebih efisien dibanding desain bertema lokal. 

    Menurut dia, pengguna transportasi udara membutuhkan kenyamanan, kesederhanaan, kemudahan, dan kecepatan. Untuk itu, konsep layanan sebaiknya disajikan sesuai fungsi dan prioritasnya.   

    “Kalau dulu pembangunan bandara lebih mengacu pada kearifan lokal. Itu memang bagus dan penting, tapi tidak efisien,”katanya, Senin(18/5/2015).

    Tak hanya kenyamanan, pengelola bandara juga perlu mengutamakan keamanan layanan jasa transportasi udara dengan baik. Pasalnya, isu keamanan transporasi selalu menjadi isu internasional yang besar. 

    Hal lain yang perlu dicermati adalah setiap pembangunan bandara harus bisa memberi dampak ekonomi terhadap pengusaha lokal agar bisa menciptakan perputaran ekonomi dan pertumbuhan daerah tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.