Kementerian Diminta Genjot Penyerapan Anggaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Sofyan Djalil saat konfrensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 9 Januari 2015. Sofyan yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan delegasi CEO Chevron menyatakan keinginan Chevron berinvestasi infrastruktur migas. Saat ini produksi minyak Chevron di Indonesia, 300 ribu barel/hari. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menko Perekonomian Sofyan Djalil saat konfrensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 9 Januari 2015. Sofyan yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan delegasi CEO Chevron menyatakan keinginan Chevron berinvestasi infrastruktur migas. Saat ini produksi minyak Chevron di Indonesia, 300 ribu barel/hari. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan sejumlah kementerian/lembaga yang penyerapan anggarannya rendah karena berada di bawah angka realisasi tahun lalu. "Itu yang oleh Presiden disuruh dipercepat," katanya seusai mengikuti rapat terbatas di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2015.

    Sofyan menjelaskan kementerian/lembaga berusaha menggenjot penggunaan anggaran. Terutama institusi yang berhubungan langsung dengan pembangunan. Hal ini terlihat dari angka realisasi yang lebih tinggi ketimbang periode sama tahun lalu. "Nanti trennya terus meningkat karena mulai ada pembayaran uang muka, uang pelaksanaan, pembayaran termin, dan pembayaran akhir," ujarnya.

    Sofyan meyakinkan tidak ada lagi masalah dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian penyerapan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur bisa lebih maksimal mulai pertengahan hingga akhir tahun. "Penyerapan memang terlambat karena ada APBN-P, tapi sekarang mulai terkejar," ucapnya.

    Masalah penyerapan anggaran diungkapkan Presiden Joko Widodo sebelum memulai Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden pagi tadi. Presiden sedikit lega karena penggunaan anggaran hingga pertengahan Mei 2015 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Semoga ini nanti bisa memicu pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan berikutnya," tuturnya.

    Presiden “menyentil” beberapa kementerian yang penyerapan anggarannya masih rendah. Mereka diminta lebih berkonsentrasi melaksanakan program agar anggaran segera terserap optimal dan mampu memacu pertumbuhan ekonomi.

    "Untuk kementerian-kementerian yang masih kecil serapannya diharapkan betul-betul konsentrasi karena saya rasa satu atau dua yang belum menyelesaikan keadaan ataupun mengisi maka segera diselesaikan, sehingga serapan anggaran kita betul-betul bisa dilakukan sehingga memacu ekonomi lebih baik lagi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.