Selasa, 17 September 2019

SBY Merasa Difitnah Menteri Energi Soal Petral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono memimpin rapat terbatas membahas kenaikan harga gas elpiji 12 Kg di Bandara Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta (5/1). Presiden memberikan waktu 1x24 jam kepada Pertamina dan Kementerian ESDM untuk meninjau kembali kenaikan harga elpiji 12 Kg. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono memimpin rapat terbatas membahas kenaikan harga gas elpiji 12 Kg di Bandara Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta (5/1). Presiden memberikan waktu 1x24 jam kepada Pertamina dan Kementerian ESDM untuk meninjau kembali kenaikan harga elpiji 12 Kg. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengaku merasa difitnah oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Kerja, Sudirman Said. Melalui akun Twitter resminya, SBY membantah pernyataan Sudirman yang memojokkannya.

    "Saya amat terkejut dgn pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yg menyerang dan mendiskreditkan saya, ketika menjadi Presiden dulu," kata SBY seperti dikutip dari akun @SBYudhoyono, Selasa, 19 Mei 2015. 

    Dalam salah satu media nasional, Sudirman mengatakan bahwa pemberantasan mafia migas sering berhenti di meja presiden kala SBY memerintah.

    Padahal, SBY menjelaskan, selama memerintah, dia selalu berupaya agar mafia-mafia pada segala bidang, termasuk mafia migas, bisa diberantas. "Saya bahkan membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yang hakikatnya memberantas kejahatan & penyimpangan apapun," ujarnya.

    SBY pun menegaskan bahwa pada masa pemerintahannya tidak pernah ada usulan pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral). "Tidak ada yg mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi secara serius," cuitnya.

    Bahkan SBY mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada mantan Wakil Presiden RI Boediono dan lima menteri terkait pada zamannya. "Apakah memang pernah ada usulan pembubaran Petral? Semua menjawab tidak pernah ada," ucapnya.

    Atas apa yang disampaikan Sudirman itu, SBY mengaku masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait. "Berita ini saya pandang sudah termasuk fitnah dan pencemaran nama baik. Saya masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang menyebarkan," tuturnya. SBY menutup cuitannya dengan meminta rakyat Indonesia mendoakannya agar kuat menghadapi kisruh ini.

    Pemerintah akhirnya membubarkan Petral, salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero). Kementerian Badan Usaha Milik Negara menilai keberadaan Petral sudah tak signifikan lagi dalam usaha perusahaan minyak milik negara itu. Fungsi Petral yang sebelumnya sebagai pemasok minyak mentah dan bahan bakar minyak Pertamina akan digantikan oleh anak usaha Pertamina yang lain, yaitu Pertamina Energy Service (PES).

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.