OJK Gandeng Bank Jerman untuk Dongkrak Kinerja BPD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    TEMPO.COJakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng bank asal Jerman, Sparkasse Bank, untuk mengawal kinerja kelompok kerja (pokja) yang dibentuk OJK dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD).

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 4 OJK Heru Kristiyana mengatakan ada lima aspek yang menjadi perhatian OJK dalam meningkatkan kualitas dan daya saing BPD, yakni strategic holding, human capitalproduct and services, tata kelola dan manajemen risiko, serta  kesiapan sistem teknologi informasi.

    "OJK menggandeng Sparkasse sebagai konsultan yang mengawal pokja tersebut. Pihak Sparkasse menyetujui untuk mengirim technical assistant ke Indonesia. Selain itu, kami juga membuka kesempatan untuk para pengurus BPD untuk belajar perbankan di Jerman," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

    Heru menjelaskan Sparkasse Bank diminta untuk mengawal dan memberikan masukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing BPD karena dinilai OJK berhasil menjadi bank pembangunan daerah yang kuat di Jerman.

    Selain Sparkasse Bank, OJK juga menggandeng konsultan dari dalam negeri yang bersedia mengawal kinerja pokja tersebut. Heru menuturkan konsultan ini merupakan konsultan yang pernah menggarap balance core untuk Bank Indonesia.

    Lebih lanjut, Heru menuturkan, selama ini BPD dinilai bermain aman dengan bergantung pada dana pemerintah daerah sebagai penyumbang terbesar dana pihak ketiga (DPK) serta menyalurkan kredit kepada para pegawai negeri sipil yang cicilannya melalui pemotongan gaji setiap bulan.

    "Sekitar 60 persen DPK yang dihimpun berasal dari dana Pemda. Kreditnya sebagian besar diberikan kepada PNS. Karena itu, produk BPD itu-itu saja dan kurang berkembang," ucapnya.

    Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan OJK, per Februari 2015 kelompok BPD mencatatkan penghimpunan DPK senilai Rp367,01 triliun dan penyaluran kredit senilai Rp300,8 triliun.

    Dari total penyaluran kredit tersebut, senilai Rp208,16 triliun disalurkan ke sektor konsumsi. Untuk pemilikan peralatan rumah tangga, termasuk pinjaman multiguna, BPD menyalurkan kredit senilai Rp93,31 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.