BI: Ekspor Kendaraan dan Aksesorinya Meningkat 5,5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota memamerkan mobil RAV4 Hybrid keluaran baru di New York International Auto Show 2015, New York, Amerika Serikat, 2 April 2015. RAV4 hybrid bakal dibanderol US$ 49.800 untuk versi standar. REUTERS/Eric Thayer

    Toyota memamerkan mobil RAV4 Hybrid keluaran baru di New York International Auto Show 2015, New York, Amerika Serikat, 2 April 2015. RAV4 hybrid bakal dibanderol US$ 49.800 untuk versi standar. REUTERS/Eric Thayer

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat ekspor kendaraan dan bagiannya meningkat 5,5 persen (year on year/YoY).

    "Peningkatan ditopang naiknya permintaan maupun harga ekspor," kata Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Endy Dwi Tjahyono seperti yang dikutip dalam Laporan Neraca Pembayaran Indonesia, Sabtu, 16 Mei 2015.

    Kenaikan ekspor terutama terjadi pada negara tujuan Arab Saudi, Filipina, dan Jepang dengan pangsa 38,4 persen dari total volume ekspor kendaraan dan bagiannya.

    Endy menambahkan, ekspor kendaraan pada negara tujuan Arab Saudi, Filipina, dan Jepang masing-masing tumbuh 50,9 persen (YoY), 23,0 persen (YoY), dan 3,7 persen (YoY).

    Sebelumnya, nilai ekspor pada sepuluh komoditas utama mencatatkan pertumbuhan yang menurun sebesar 11 persen (YoY).

    Pelemahan pertumbuhan 10 komoditas utama tersebut akibat semakin melemahnya harga komoditas sebesar 9,2 persen (YoY) dan penurunan permintaan ekspor 2,0 persen (YoY).

    "Penurunan permintaan ekspor terjadi pada batu bara, alat listrik, karet olahan, dan mesin/pesawat mekanik. Di sisi lain, permintaan ekspor minyak nabati, tekstil dan produk tekstil (TPT), barang dari logam tidak mulia, makanan olahan, kendaraan dan bagiannya, dan kayu olahan meningkat," kata Endy.

    Seperti diketahui, ekspor non-migas pada kuartal I 2015 mencapai US$ 33,07 miliar, lebih rendah dari periode yang sama tahun 2014 senilai US$ 35,82 miliar dan kuartal IV tahun 2014 yang mencapai US$ 36,56 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.