Menkeu yakin RKAP 2016 Lebih Optimis, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Rupiah Indonesia pada 15 Desember merosot ke tingkat terendah terhadap dolar sejak krisis keuangan Asia 16 tahun yang lalu, karena pasar negara berkembang terpukul seiring kemajuan perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Rupiah Indonesia pada 15 Desember merosot ke tingkat terendah terhadap dolar sejak krisis keuangan Asia 16 tahun yang lalu, karena pasar negara berkembang terpukul seiring kemajuan perbaikan ekonomi Amerika Serikat. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan bertemu dengan anggota dewan perwakilan rakyat untuk menyampaikan materi rencana kerja anggaran perusahaan 2016. Terkait hal ini, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memberi sedikit bocoran.

    Menurut Bambang, asumsi makro yang tercantum dalam RKAP 2016 akan cenderung realistis dan lebih optimis dari tahun sebelumnya.

    “Pokoknya kata sifanya lebih realistis, lebih optimis dari 2015,” tegasnya menanggapi pertanyaan wartawan usai menghadiri sesi pemaparan dengan para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu(13/5/2015).

    Sayangnya, dia enggan menjelaskan lebih rinci konten RKAP yang akan disampaikan pada pertemuan dengan DPR pekan depan.

    “ Nantilah, DPR saja belum tahu masa kalian sudah tahu duluan,”ujarnya sembari terkekeh.

    Rabu malam (13/5/2015), Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ekonomi termasuk menteri keuangan untuk membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan tercantum dalam RKAP 2016. 

    Laporan tersebut nantinya akan disampaikan dalam pembicaraan pendahuluan dengan DPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.