Jokowi Minta Tidak Lagi Ekspor Bahan Mineral Mentah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertambangan batubara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur, Mei 2002. TEMPO/IGG Maha Adi

    Pertambangan batubara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur, Mei 2002. TEMPO/IGG Maha Adi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemangku kepentingan di dunia usaha untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah, khususnya ekspor bahan mineral.

    "Saya berharap ke depan, tidak ada lagi potensi sumber daya alam dari daerah yang diekspor masih berupa bahan mentah," kata Jokowi pada acara Indonesia Investment Week, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2015.

    Jokowi juga meminta kepada seluruh kepala daerah membuat peraturan standardisasi ekspor terhadap bahan. "Harus ada standarisasi dalam industri, sehingga yang diekspor harus bahan setengah jadi," ujarnya.

    Menurut dia, peraturan standardisasi itu dibuat untuk menciptakan lapangan kerja baru di setiap daerah. Artinya, kata Jokowi, pengolahan bahan mineral mentah harus diproduksi di dalam negeri untuk kemudian diekspor.  Hal ini perlu dibangun di daerah, katanya, sehingga lapangan kerja di daerah muncul.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.