Menkeu: Bila Inflasi Masih Tinggi, Tak Mungkin BI Rate Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan suku bunga acuan (BI Rate) tak mungkin turun jika inflasi masih tinggi. Saat ini, inflasi berada pada angka 6,79 persen dan suku bunga acuan 7,5 persen.

    Angka inflasi di Indonesia, seharusnya sudah tak menjadi isu utama. Di negara yang punya karakteristik sama dengan Indonesia, Filipina misalnya inflasinya sudah 2-3 persen per tahun. Di sana harga yang diatur pemerintah sudah tak lagi jadi unsur inflasi, yang ada hanya inflasi inti dan volatile food.

    “Di sana subsidi bahan bakar minyak sudah lama tak ada,” kata Bambang di seminar bertajuk “Strategi Mewujudkan Arsitektur Sistem Keuangan dan Perbankan Nasional yang Tangguh” di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2015.

    Bambang berkata, pemotongan subsidi BBM di Indonesia, hendaknya jangan hanya dilihat sebagai ruang fiskal saja, tetapi pencapaian fundamental ekonomi yang lebih baik. “Tujuan besarnya, nanti inflasi hanya akan jadi urusan Bank Indonesia, yakni inflasi inti saja,” katanya.

    TRI ARTINING PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.