Tiket Kereta Tambahan Lebaran Ludes dalam 2 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang kereta ekonomi tujuan pulau jawa mengisi formulir pemesanan tiket di Stasiun Senen, Jakarta,  14 April 2015. Mayoritas pemesanan tiket mudik tersebut menggunakan pembelian secara online. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah calon penumpang kereta ekonomi tujuan pulau jawa mengisi formulir pemesanan tiket di Stasiun Senen, Jakarta, 14 April 2015. Mayoritas pemesanan tiket mudik tersebut menggunakan pembelian secara online. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiket kereta api tambahan Lebaran untuk sejumlah tanggal keberangkatan habis terjual dalam waktu sekitar dua jam. Demikian disampaikan Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono.

    "Penjualan tiket KA tambahan Lebaran mulai dibuka dini hari tadi, pukul 00.01 WIB melalui Internet, aplikasi di smartphonecontact center 121, dan kanal-kanal eksternal PT KAI," ucapnya.  Tiket KA tambahan Lebaran untuk tanggal mudik favorit langsung diserbu masyarakat hanya dalam waktu sekitar dua jam. 

    Menurut dia, tiket KA tambahan Lebaran yang terjual habis untuk keberangkatan tanggal 14-16 Juli 2015 atau H-3 hingga H-1 Lebaran, baik untuk keberangkatan dari Jakarta maupun Bandung dengan tujuan Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Surabaya.

    "Setidaknya ada 15 ribu tiket mudik KA tambahan Lebaran dari Jakarta maupun Bandung yang terjual habis dalam rentang waktu pukul 00.01-02.00 WIB," ia menjelaskan. Sementara tiket KA tambahan Lebaran untuk tanggal keberangkatan H-7 hingga H-4 Lebaran, kata dia, masih tersedia meskipun semakin menipis.

    Dalam hal ini,  jumlah tiket mudik dari Jakarta masih tersedia 3.770 lembar sedangkan dari Bandung sebanyak 7.900 lembar. Ia mengatakan penjualan tiket KA tambahan lebaran yang dibuka hari Senin, 11 Mei 2015 itu untuk keberangkatan tanggal 10-16 Juli atau H-7 hingga H-1 Lebaran, sedangkan untuk keberangkatan 16-26 Juli 2015 atau H1 hingga H+8 akan dijual mulai 18 Mei 2015.

    Khusus untuk tiket KA ekonomi bersubsidi atau PSO (public service obligation)reguler maupun tambahan Lebaran dari Jakarta tujuan Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo telah terjual habis untuk tanggal keberangkatan H-8 hingga H+1 Lebaran, sedangkan KA ekonomi PSO dari Bandung ke arah timur telah terjual habis untuk tanggal keberangkatan H-4 hingga H+1 Lebaran.  .

    Surono mengatakan bahwa PT KAI menambah perjalanan sembilan KA tambahan Lebaran di lintas selatan, masing- masing enam KA jurusan Jakarta dan tiga KA jurusan Bandung, guna memenuhi tingginya permintaan tiket dari masyarakat selama Lebaran.

    Menurut dia, sembilan KA tambahan Lebaran lintas selatan terdiri atas enam KA komersial (eksekutif, bisnis, dan ekonomi komersial) serta tiga KA tambahan Lebaran ekonomi bersubsidi.
    Ketiga KA tambahan Lebaran dengan fasilitas subsidi terdiri atas KA Kutojaya Utara Lebaran jurusan Kutoarjo-Pasarsenen pergi pulang, KA Kutojaya Selatan Lebaran jurusan Kiaracondong-Kutoarjo  pulang-pergi dan KA Pasundan Lebaran jurusan Kiaracondong-Surabaya Gubeng pulang-pergi. 

    Sementara enam KA tambahan Lebaran kelas komersial terdiri atas KA Argo Lawu Lebaran jurusan Gambir-Solo pp, KA Taksaka Lebaran jurusan Gambir-Yogyakarta pp, KA Gajayana Lebaran jurusan Gambir-Malang pp, KA Purwojaya Lebaran jurusan Gambir-Purwokerto-Cilacap pp, KA Lodaya Lebaran Pagi jurusan Bandung-Solo pp, dan KA Lodaya Lebaran Malam jurusan Bandung-Solo pp.

    Surono mengatakan bahwa KA tambahan Lebaran untuk kelas komersial akan dioperasikan mulai H-7 hingga H+8 Lebaran sedangkan untuk KA tambahan Lebaran kelas ekonomi bersubsidi pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

    Dari sembilan KA tambahan Lebaran tersebut setiap harinya tersedia 4.960 tempat duduk di samping tempat duduk KA reguler yang ada, masing-masing 3.110 tempat duduk untuk keberangkatan dari Jakarta dan 1.850 tempat duduk untuk keberangkatan dari Bandung. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.