Wakil Presiden Resmikan Program Pembiayaan Sektor Kelautan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Executive Managing Director IIF Hung Tran (kiri) dan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Executive Managing Director IIF Hung Tran (kiri) dan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COTakalar - Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan peluncuran program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) di Pelabuhan Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Senin, 11 Mei 2015. 

    Acara peluncuran ini diisi dengan tiga perjanjian kesepahaman. Pertama, perjanjian antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditandatangani Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Menteri Susi Pudjastuti.

    Kedua, nota kesepahaman OJK dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang ditandatangani Muliaman D. Hadad dan Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto. Dan ketiga, kesepahaman antara KKP dan Kadin Indonesia.

    Program inisiatif OJK dan KKP ini bersinergi dengan perbankan, industri keuangan nonbank, dan Kadin. Program ini sesuai dengan Nawacita yang diusung pasangan Jokowi-JK sewaktu kampanye pemilihan presiden 2014.

    “Program Jaring bertujuan menjawab kebutuhan stakeholders terhadap informasi tentang database kelautan dan perikanan, skim pembiayaan, pemetaan risiko bisnis, serta dukungan regulasi dari otoritas terkait,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad.

    Muliaman berujar, pihaknya mengharapkan program Jaring bisa memberikan manfaat untuk peningkatan pertumbuhan pembiayaan sektor jasa keuangan (SJK) di sektor kelautan dan perikanan dengan target pertumbuhan pembiayaan minimal 50 persen dari tahun sebelumnya. 

    Hal itu dilakukan melalui pendalaman pengetahuan SJK terhadap sektor kelautan dan perikanan yang selama ini dianggap memiliki risiko tinggi, sehingga pembiayaan kepada sektor ini dapat diakselerasi.

    "Kami juga berharap ada peningkatan akses masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah di komunitas kelautan dan perikanan, terhadap sistem atau industri keuangan," ucap Muliaman.

    Dia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan (peningkatan income per kapita), peningkatan jumlah lapangan kerja, dan pengurangan jumlah pengangguran. Termasuk peningkatan jumlah devisa dan pengurangan jumlah defisit neraca berjalan.

    Ada delapan bank pelopor pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan yang jadi mitra program Jaring, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Bank Danamon Indonesia, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Bukopin, dan BPD Sulselbar.

    "Selain dari perbankan, komitmen meningkatkan pembiayaan untuk sektor kelautan dan perikanan diberikan oleh industri keuangan nonbank," katanya.

    Untuk tahap awal, terdapat dua konsorsium industri keuangan nonbank. Mereka adalah konsorsium perusahaan pembiayaan, asuransi jiwa, asuransi umum, dan penjaminan.

    Total pembiayaan kedelapan bank dan konsorsium IKNB tersebut pada sektor kelautan dan perikanan periode Desember 2014, ujar Muliaman, sebesar Rp 10,8 triliun. Komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan sampai Desember 2015 sebesar Rp 7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan sebesar 66,2 persen.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.