3 Nama Calon Dirjen Bea dan Cukai Berpeluang?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Kuswandono. TEMPO/Imam Sukamto

    Agung Kuswandono. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, berpendapat tiga nama peserta lelang jabatan Direktur Jenderal Bea dan Cukai memiliki peluang besar untuk terpilih dalam proses seleksi.

    Ketiga nama itu, menurut Yustinus, yakni Heru Pambudi, Muhammad Sigit, dan Susiwijono. "Track record ketiga kandidat ini bagus dan punya kemampuan memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," kata Yustinus, Minggu, 10 Mei 2015.

    Menurut Yustinus, integritas dan kompetensi ketiga nama ini cukup terbukti dan mereka punya nilai lebih yakni dikenal kalangan internal Bea dan Cukai. Ketiganya juga sudah paham masalah-masalah di sektor ini. "Dan karena sudah dikenal secara internal, mereka tidak akan kesulitan membentuk soliditas dan mengefektifkan kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujar dia.

    Kementerian Keuangan memang tengah melakukan proses lelang jabatan Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Jabatan Direktur Jenderal kosong setelah Agung Kuswandono ditarik menjadi deputi di Kementerian Koordinator Kemaritiman. Saat ini jabatan itu diduduki Direktur Teknis Kepabeanan Supraptono yang menjadi pelaksana tugas.

    Panitia seleksi yang diketuai Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo telah telah meluluskan 14 calon Direktur Jenderal Bea dan Cukai dari total 26 pelamar. Sebanyak 14 orang tersebut lulus seleksi administrasi. Tahap selanjutnya adalah assessment center dan penulisan makalah yang akan dilakukan pada 11-12 Mei mendatang.

    Sebagai informasi, ketiga nama calon yang dijagokan Yustinus tersebut saat ini masih aktif bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan. Heru Pambudi kini menjabat sebagai Direktur Penerimaan dan Kepabeanan Ditjen Bea Cukai. Muhammad Sigit sekaran menduduki jabatan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai. Sedangkan Susiwijono adalah Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi.

    PRAGA UTAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.