Industri Alas Kaki diharapkan Tingkatkan Produksi Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan model kaki untuk sepatu terlihat di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Khusus pada November 2014 saja ekspor tercatat US$378,8 juta. Alas kaki menyumbang 2,77% terhadap total ekspor nonmigas. TEMPO/Tony Hartawan

    Deretan model kaki untuk sepatu terlihat di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Khusus pada November 2014 saja ekspor tercatat US$378,8 juta. Alas kaki menyumbang 2,77% terhadap total ekspor nonmigas. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta industri alas kaki nasional meningkatkan pangsa pasarnya di dunia, saat ini angkanya baru mencapai 3 %.

    "Hal ini perlu ditingkatkan agar industri alas kaki sebagai penghasil devisa negara dapat ditingkatkan lagi sebesar-besarnya," kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Kamis.

    Menperin mengatakan, ekspor industri alas kaki terus mengalami peningkatan, pada 2014 nilai ekspor produksi alas kaki nasional mencapai 4,11 miliar dollar AS, naik sebesar 6,44% dari tahun sebelumnya sebesar 3,86 miliar dollar AS.

    Menurut Menperin, tujuan ekspor utama produk alas kaki Indonesia adalah Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Inggris dan Jepang.

    Industri alas kaki, lanjut Menperin, merupakan salah satu industri yang terus meningkat nilai perdagangannya dengan rata-rata surplus dalam lima tahun terakhir mencapai 2,84 miliar dollar AS.

    "Pada 2014, surplus perdagangan produk alas kaki mencapai 3,7 miliar dollar AS," kata Menperin.

    Industri alas kaki nasional saat ini berjumlah 394 perusahaan dengan investasi mencapai Rp11,3 triliun pada 2014 dan menyerap tenaga kerja sekitar 643 ribu orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.