Pebisnis Brunei Jajaki Investasi Sektor UKM ke Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan mengenakan topeng ular, sejumlah pelajar Surabaya mengikuti parade budaya dan pawai bunga di jalan Gubernur Suryo, Surabaya, 3 Mei 2015. Parade budaya dalam rangka HUT kota Surabaya ke 722, ini menyajikan berbagai kesenian daerah Surabaya dan sejumlah kota di Jawa Timur. FULLY SYAFI

    Dengan mengenakan topeng ular, sejumlah pelajar Surabaya mengikuti parade budaya dan pawai bunga di jalan Gubernur Suryo, Surabaya, 3 Mei 2015. Parade budaya dalam rangka HUT kota Surabaya ke 722, ini menyajikan berbagai kesenian daerah Surabaya dan sejumlah kota di Jawa Timur. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Pengusaha asal Brunei Darussalam berminat investasi di Jawa Timur, karena provinsi tersebut memiliki potensi besar. "Untuk menjajaki seberapa besar potensi itu, kini ada 37 pengusaha Brunei Darussalam datang ke Jatim," kata Minister Counsellor at the Embassy of the Republic of Indonesia to Brunei Darussalam, Rudhito Widagdo, di Grha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu, 6 Mei 2015.

    Menurut dia, puluhan pengusaha dari 18 perusahaan itu sekaligus melakukan temu bisnis dengan 60 pengusaha kecil menengah.  Seperti pariwisata, travel, makanan dan minuman, barang kebutuhan rumah tangga, kulit dan produk dari kulit, tekstil dan produknya. "Ada pula pengusaha yang mengembangkan bisnis fashion dan aksesoris, kerajinan, tenaga kerja terampil, forwarding agent dan transportasi, serta perdagangan," katanya.

    Dari kunjungan tersebut, ada beberapa sektor yang bisa dilakukan kerja sama, seperti di sektor perdagangan hingga pertukaran tenaga kerja dan lainnya. Namun, secara umum, pengusaha Brunei Darussalam ingin melihat perkembangan kinerja ekonomi  di provinsi ini.

    "Apa saja produk yang potensial dan bisa dikerjasamakan dengan mereka, mengingat 14 persen gross domestic product (GDP) Brunei Darussalam untuk konsumsi dan mayoritas impor," katanya.

    Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, M Rizal,  optimistis bahwa momentum itu menjadi peluang.  "Pada tahun ini, UMKM mengalami berbagai tekanan, mulai dari persoalan politik, upah yang tinggi yang setiap tahun dinaikkan, hingga kenaikan BBM dan listrik," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.