Ini Pameran Buat Para Penggila Batu Akik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menyinari batu muli saat pameran batu mulia

    Pengunjung menyinari batu muli saat pameran batu mulia "Demam Batu" di lKementerian Perindustrian, Jakarta, 21 April 2015. Berbagai jenis bebatuan mulian dipamerakan di acara ini, mulai dari bacan, saphire, rubi, kalimaya, akik, hingga kecubung yang didatangkan dari penjuru Nusantara. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Ini ajang bagi para kolektor serta pencinta batu alam dan perhiasan. Dalam perhelatan tahunan Jakarta International Jewellery Fair ke-8 yang digelar di Balai Sidang pada 7-10 Mei 2015, pengunjung bisa cuci mata ataupun membeli berbagai perhiasan dan batu alam yang indah. 

    Pameran yang digagas Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) ini mengundang perajin serta pedagang emas dan permata dari seantero dunia. Dari pantauan Tempo, beberapa peserta pameran berasal dari India, Hong Kong, dan Polandia.  Tentunya juga ada perajin lokal yang difasilitasi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, antara lain dari Kalimantan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Ketua APEPI Hasan Tjahjadi berharap acara ini dapat menjadi landasan pengembangan industri perhiasan Indonesia, terutama di bidang industri perhiasan kreatif. "Ini juga kesempatan bagi para perajin untuk bertemu buyer nasional dan mancanegara," katanya di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015.

    Berbagai ragam perhiasan pun ditampilkan. Ada batu akik bacan yang tengah digandrungi, amethyst, dan beragam perhiasan emas dalam bentuk cincin, kalung, dan perhiasan etnik. Yang menarik, booth dari daerah menampilkan aksesori berbentuk budaya adat masing-masing. 

    Harga yang ditawarkan pun beragam. Batu alam mentah berdiameter 1,5 sentimeter dibanderol Rp 300 ribu. Apabila sudah dipasang di cincin, harganya tentunya lebih mahal. Ada juga gelang batu alam berwarna variasi cokelat tua dan muda asal Polandia yang dibanderol Rp 1.170.000. 

    Menurut seorang penjual, harga batu tergantung bahan dan ukuran. "Yang jelas, tak ada yang harganya di bawah Rp 1 juta, kecuali batu mentah yang kecil-kecil," ucap penjaga booth Kalimantan Barat tersebut.

    Apabila Anda kolektor batu alam dan permata atau ingin mencari perhiasan cantik, acara ini sungguh menarik untuk dikunjungi. Selain pameran toko, ada seminar tentang bagaimana memilih perhiasan yang baik serta menakar harga yang sesuai agar tak tertipu. Sungguh cocok bagi mereka yang kelebihan uang atau ingin berinvestasi.

    URSULA FLORENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.