Pertalite Batal Didistribusikan Bulan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil presiden, Jusuf Kalla (kiri), melihat penandatanganan MOU antara Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto (tengah), dan Rektor Unhas, Dr. Dwia Aries, di Kampus II fakultas teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, Sulsel, 27 Februari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Wakil presiden, Jusuf Kalla (kiri), melihat penandatanganan MOU antara Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto (tengah), dan Rektor Unhas, Dr. Dwia Aries, di Kampus II fakultas teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, Sulsel, 27 Februari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan bahan bakar minyak Pertalite batal didistribusikan bulan Mei ini. Musababnya, pengujian bahan bakar dengan Ron 90 itu belum rampung. Selain itu, masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk mendistribusikannya ke masyarakat.

    Salah satu tahap yang harus dilalui adalah berdiskusi dengan pemangku kepentingan lain. Setelah itu, melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan produk baru ini. “Semua harus rapi agar tak membuat masyarakat bingung,” kata Dwi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis, 7 Mei 2015.

    Ia belum dapat memastikan kapan semua tahapan untuk Pertalite ini akan rampung. “Kalau semua sudah siap pasti akan kami sampaikan, tapi belum Mei ini,” kata dia.

    Pada awal pekan ini juru bicara Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina masih menunggu izin penjualan Pertalite dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. Ia mengatakan Pertamina telah memohon uji spesifikasi Pertalite. Namun hasil ujinya belum keluar.

    April lalu Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan akan mendistribusikan Pertalite pada Mei 2015. Untuk awal distribusi, pihaknya akan menggelontorkan Pertalite sebanyak 500 kiloliter per hari. ”Selanjutnya akan dinaikkan menjadi 1.000 kiloliter per hari,” ujar dia.

    TRI ARTINING PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.