Perusahaan Korea Bangun PLTA di Lampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipa air yang berasal dari Kali Segara terpasang menuju ruang turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Segara di Bentek, Gondang, Lombok, NTB, 8 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pipa air yang berasal dari Kali Segara terpasang menuju ruang turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Segara di Bentek, Gondang, Lombok, NTB, 8 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Indonesia menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, Korea Midland Power Co (Komipo), dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Semangka di Lampung. Pada Rabu, 6 Mei 2015, Komipo mengumumkan mulai membangun konstruksi PLTA yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. PLTA Semangka berkapasitas 2 x 28 megawatt (MW) dengan nilai investasi sekitar Rp 1,7 triliun. 

    Keterlibatan perusahaan Korea ini dalam proyek PLTA di Indonesia merupakan yang kedua kali. Sebelumnya, Komipo juga berinvestasi di proyek PLTA Wampu berkapasitas 60 megawatt (MW) di Sumatera Utara pada 2011 dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun. 

    Proyek PLTA Semangka ditargetkan rampung pada September 2017. Dari nilai investasi sekitar Rp 1,7 triliun itu, Komipo berkontribusi sekitar US$ 118,42 juta. Proyek PLTA Semangka memiliki masa kompensasi sekitar 30 tahun. 

    Seperti dilansir dari laman Business Korea, Komipo merasa yakin keterlibatannya di dua proyek PLTA di Indonesia membuka peluang bagi perusahaan menengah dan kecil asal Korea untuk melakukan penetrasi di luar negeri. Dalam pembangunan proyek PLTA Semangka, Komipo menggandeng lima perusahaan Korea, termasuk Posco Engineering and Heachang Construction Co. Namun media online ini tidak menyebutkan siapa mitra asal Indonesia dalam pembangunan proyek PLTA Semangka. 

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.