Cari Cadangan Energi, ESDM Bentuk Komite Eksplorasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membentuk Komite Eksplorasi Nasional yang dipimpin oleh Andang Bachtiar. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan tim ini memiliki arah untuk mendorong eksplorasi besar-besaran. "Karena kita sadar cadangan terus menipis," katanya di kantor SKK Migas, Selasa 6 Mei 2015.

    Aspek kajian tim ini meliputi regulasi tentang eksplorasi, eksekusi di lapangan, koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antarkementerian hingga hal-hal teknis. Hal teknis ini seperti melakukan perbaikan iklim investasi agar banyak pihak tertarik berivestasi usaha eksplorasi.

    Dia menilai pembentukan tim ini adalah langkah untuk melakukan eksekusi dari sekian banyak rekomendasi yang diterima oleh Kementerian ESDM. "Tidak akan membuat rekomendasi lagi tapi menjalankan apa yang sudah pernah direkomendasikan," katanya. Dia mengatakan komite eksplorasi ini belum memiliki tim, sementara itu detail target waktu dan mekanisme kerja tersebut juga masih dibicarakan. 

    Andang mengatakan program eksplorasi dan eksploitasi sudah dibuatkan daftarnya  selama bertahun-tahun, termasuk dari IPA (Indonesian Petroleum Association). Selama 10 tahun yang lalu hingga sekarang, kata dia. masalah eksplorasi tidak berubah. "Dengan orang-orang baru, keberanian baru, saya pikir yang akan dilakukan adalah meningkatkan cadangan (energi)," katanya. "Konsep dasar eksplorasi kita tidak punya, kita jago mengelola yang sudah ketemu tetapi tidak yang belum ketemu."

    Menurut dia, biaya pengeboran mahal karena ketidaktahuan terhadap daerah yang akan dieksplorasi. Dia menuturkan investor asing lebih mengenal daerah eksplorasi daripada pelaku usaha domestik sendiri. 95 persen biaya eksplorasi, kata dia, ada pada aktivitas pengeboran, sedangkan 5 persen adalah biaya untuk menentukan lokasi dan mengukur seismik. 

    Berdasarkan perkiraan Badan Geologi, kata dia, potensi minyak Indonesia mencapai 50 miliar barel. "Tapi apa ya begitu, tidak  ada mengkriitik." Untuk itu, Andang akan memastikan potensi cadangan migas Indonesia yang dapat dieksplorasi. Dia optimistis dalam 10 tahun ke depan cadangan migas akan bertambah.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.