Investasi Michelin di Indonesia: Ban Mobil Ramah Lingkungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendag Rachmat Gobel (kanan), meninjau resi gudang di Binong Subang. TEMPO/Nanang Sutisna

    Mendag Rachmat Gobel (kanan), meninjau resi gudang di Binong Subang. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.COMilan - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bertemu dengan wakil perusahaan Michelin Group, produsen ban asal Prancis. Pertemuan yang terjadi di sela-sela pembukaan World Expo Milano 2015, Senin, 4 Mei 2015, itu membahas rencana investasi Michelin ke Indonesia.

    “Kami siap membantu Michelin menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan dengan bahan baku karet alam Indonesia,” kata Gobel melalui pernyataan pers yang diterima Tempo pada Rabu, 6 Mei 2015. Michelin sendiri memang sudah lama berkomitmen penuh membantu menjaga lingkungan hidup.

    Gobel yakin Michelin akan memperbesar persentase karet alam pada bahan baku produknya. Bahan ini dinilai lebih ramah lingkungan karena sifatnya yang biodegradable dan berasal dari materi yang terbarukan.

    Program ini juga sejalan dengan rencana Kementerian Perdagangan menaikkan serapan karet dalam negeri. Sebelumnya, Gobel pernah mengatakan akan meningkatkan serapan karet lokal menjadi 100 ribu ton per tahun. Ia menargetkan pada 2015 penyerapan minimal 700 ribu ton.

    Dalam kesempatan ini, Menteri Gobel juga menyampaikan ihwal Standar Nasional Indonesia ban yang berlaku mulai Februari 2015 lalu. “Pengujian ban boleh dilakukan laboratorium luar negeri. Namun harus yang terakreditasi oleh lembaga yang berwenang,” katanya.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.