Awas, Bisnis MLM Berisiko Money Game

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • leviellerbe.com

    leviellerbe.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Multi Level Marketing (MLM) Moment yang dikelola PT. Moment Global Internasional  kini menjadi bisnis yang marak di kota Surabaya. Pendiri MLM Infinity Moment, M. Chairul Mardiawa, mengatakan bahwa bisnis yang didirikan sejak 2013 lalu itu telah memiliki sejuta anggota. Bahkan untuk nasabah yang dikelola Infinity saja, kata Izwan, sapaan akrabnya, telah mencapai 4.000 anggota.

    Izwan dengan tegas membantah bahwa MLM tidak ada hubungannya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena bukan perusahaan keuangan. Iva Yuliani, istri Izwan, menjelaskan bahwa perusahaannya telah mengantongi berbagai perizinan.

    “Saya paham ada banyak haters. Bahkan ada leaders kami yang ketakutan karena ada isu yang macem-macem,” ujar Izwan, Selasa, 5 Mei 2015.

    Iva menepis tuduhan perusahaannya sebagai bisnis investasi bodong, karena mereka menjual produk, bukan bisnis keuangan.

    Adapun Humas OJK Regional 3 surabaya yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi Tempo mengatakan bahwa bisnis semacam itu memang sedang marak. Memang menjual produk, tapi terkadang ada perusahaan yang bergerak seperti money game.

    “Kalau dia jual produk, kita tidak ada kewenangan,” tuturnya.

    Meski begitu, dia tetap mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati terhadap berbagai macam penipuan yang ada. Dari catatan OJK, di Indonesia telah ada 200 perusahaan semacam MLM atau pun Manusia Membantu Manusia (MMM).

    Katanya, mereka sudah bergerak secara masif. Bahkan ada MMM di Surabaya yang akan menggelar konferensi pers pada Rabu, 6 Mei 2015. “Teman-teman wartawan harus mendalami itu,” tambahnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.