Italia Gelar "Indonesia: Trade and Investment Opportunities"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Fabio Muzzi

    AP/Fabio Muzzi

    TEMPO.CO, Jakarta -Gabungan asosiasi pengusaha di wilayah utara Italia, Confindustria Emilia-Romagna bekerja sama dengan BNL BNP Paribas Group menggandeng KBRI Roma untuk mengadakan workshop mengenai potensi peningkatan hubungan perdagangan dan investasi di Indonesia. 

    Kondisi perekonomian global terutama di wilayah Eropa yang masih tidak menentu menjadikan Italia semakin agresif untuk merambah ke berbagai negara lainnya, khususnya Indonesia, demikian Minister Counsellor Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Selasa.

    Perekonomian Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai baik dan relatif stabil, menjadi target bidik utama peningkatan hubungan ekonomi dari para pengusaha yang berada di sembilan provinsi di wilayah utara Italia tersebut. 

    Hal ini disampaikan Rocco Marcuccio, International Relations Manager - Confindustria Emilia-Romagna dalam acara pembukaan "Indonesia: Trade and Investment Opportunities" yang dilaksanakan di markas Confindustria Emilia-Romagna yang beralamat di Via Barberia 13 di kota Bologna.

    Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri), Des Alwi, yang mewakili Duta Besar RI Roma menyampaikan paparan mengenai situasi perkembangan dan kondisi perekonomian makro Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. 

    Disebutkan dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah sekitar tujuh juta orang setiap tahunnya, Indonesia memiliki sekitar 70 juta orang masyarakat kelas menengah yang menjadi salah satu tulang punggung kekuatan ekonomi Indonesia saat ini. 

    Besarnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia tersebut juga membuka peluang pasar yang sangat besar terutama bagi investasi asing untuk masuk ke Indonesia.

    Des Alwi yang memiliki kesamaan nama dengan anak angkat Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta tersebut, juga menyampaikan Indonesia saat ini memiliki lebih dari 100 juta tenaga kerja trampil yang siap bersaing di berbagai sektor. Sektor tersebut antara lain terutama pada sektor pertanian, industri, dan jasa.

    Sementara itu Sekretaris Pertama KBRI Roma, Royhan N. Wahab menyebutkan dengan prediksi International Monetary Fund (IMF) menyatakan Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi kekuatan ekonomi keenam terbesar di dunia, menjadi pilihan konkret bagi dunia usaha Italia untuk lebih mengembangkan perdagangan dan investasinya.

    Dalam workshop tersebut, selain Wakeppri yang menyampaikan paparan mengenai kondisi ekonomi makro Indonesia, juga paparan yang disampaikan Maurizio Accinni, International Development Manager BNL BNP Paribas Group yang berjudul "Where Indonesia Goes? The Financial Support to Italian Trade and Investments". 

    Sementara ,"The Regional Project IBO (Indonesia Business Opportunities)" oleh Rocco Marcuccio, International Relations Manager Confindustria Emilia-Romagna, "The Golden Chance: Indonesia" oleh Enrico Perego, President of Octagona srl, dan "Financial and Insurance Instruments Towards Indonesia" oleh Stefano Belucci, Head of Center North Branch SACE Spa.

    Investasi Italia di Indonesia dalam lima tahun terakhir berjumlah sekitar 114 juta dolar AS dengan jumlah 131 proyek. Investasi Italia di Indonesia tersebut sebagian besar berada pada sektor industri karet dan plastik, mesin dan elektronik, transportasi dan telekomunikasi, serta industri makanan. 

    Pada tahun 2014, investasi Italia di Indonesia berada pada urutan ke 21 yang terdiri atas 51 proyek dengan nilai mencapai sekitar 63 juta dolar AS. Hal ini menurut Des, masih membuka peluang peningkatan investasi Italia di berbagai sektor lainnya di Indonesia.

    Confindustria Emilia-Romagna merupakan federasi gabungan asosiasi pengusaha dari sembilan provinsi di wilayah utara Italia terdiri atas provinsi Bologna, Ferrara, Forli-Cesena, Modena, Parma, Piacenza, Ravenna, Reggio Emilia, dan Rimini. Emilia-Romagna merupakan salah satu wilayah di Italia dengan GDP per capita yang sangat tinggi mencapai sekitar 35 ribu dolar AS.

    Eskpor Emilia-Romagna ke Indonesia berkisar sekitar 28 persen dari keseluruhan ekspor Italia ke Indonesia. Produk otomotif unggulan dunia seperti Ferrari, Lamborghini, Maserati, dan Ducati berasal dari wilayah Emilia-Romagna. Dengan andalan pada sektor manufaktur dan otomotif, wilayah Emilia-Romagna merupakan wilayah dengan tingkat inovasi tertinggi di Italia dan di Eropa.

    Confindustria Emilia-Romagna, BNL BNP Paribas Group, maupun pengusaha Italia di wilayah Emilia-Romagna menyampaikan kepada KBRI Roma akan ketertarikannya untuk lebih mendalami potensi peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. 

    Hal ini menunjukkan tingkat keseriusan para pengusaha Italia maupun para pemangku kepentingan terutama yang berada di wilayah utara Italia terhadap Indonesia.

    Menurut pria yang akrab disapa Roy tersebut, momentum tersebut dapat dimanfaatkan KBRI Roma untuk terus menjaga serta memupuk kerja sama dan hubungan baik dengan kalangan usaha di wilayah utara Italia guna lebih memastikan peningkatan hubungan ekonomi di antara kedua negara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.