Pos Indonesia Terbitkan Amplop Peringatan 60 Tahun KAA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Ahok, ditemani Sinta Nuriyah Wahid meresmikan patung Gus Dur Kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta, 25 April 2015. Peresmian ini juga dihadiri keluarga Gus Dur. TEMPO/Frannoto

    Gubernur DKI Jakarta, Ahok, ditemani Sinta Nuriyah Wahid meresmikan patung Gus Dur Kecil di Taman Amir Hamzah, Jakarta, 25 April 2015. Peresmian ini juga dihadiri keluarga Gus Dur. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Bandung - PT Pos Indonesia meluncurkan Sampul Peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA). "Sampul peringatan ini tidak kalah pentingnya, hampir seperti perangko. Bentuknya amplop, ada perangkonya juga, kemudian bercap dan gambar sesuai dengan tema Konferensi Asia-Afrika," kata Manajer Filateli PT Pos Indonesia Tata Sugiarta saat dihubungi Tempo, Jumat, 24 April 2015.

    Tata mengatakan, Sampul Peringatan ke-60 KAA sedianya akan ditandatangani langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di sela perayaan peringatan KAA di Bandung hari ini, 24 April 2015. "Tapi karena acaranya padat, penandantanganan sampul hari pertama akan dijadwal ulang. Akhirnya karena sudah resmi diterbitkan hari ini, kami launching di Jalan Banda tadi oleh direktur utama," kata dia.

    Menurut Tata, Sampul Peringatan KAA ke-60 itu hanya dicetak terbatas terdiri dari 4.000 item. Sampul peringatan itu sudah resmi dijual di seluruh Kantor Pos dengan harga Rp 10 ribu. "Kemungkinan sekarang sudah habis. Tidak tahu kalau di Kantor Pos Bandung karena di sana masih belum menjual karena tutup," kata dia.

    Tata mengatakan, sampul peringatan ini menjadi bahan buruan kolektor, terutama pengoleksi yang sudah memiliki semua benda pos seri KAA. Setiap perhelatan perayaan KAA, PT Pos rutin menerbitkan benda pos mulai dari prangko hingga sampul peringatan.

    Dengan benda pos terakhir Sampul Peringatan ke-60 KAA, seluruhnya ada delapan seri benda pos yang sudah diterbitkan PT Pos Indonesia untuk mengenang peristiwa tersebut. "Setiap perayaan Konferensi Asia-Afrika, PT Pos menerbitkan perangko. Sejak 1955, lalu peringatan 10 tahun, KAA untuk mahasiwa, hingga terakhir (sebelum sampul peringatan ini) peringatan 50 tahun," kata Tata.

    Tata mengatakan, PT Pos tidak bisa menerbitkan prangko untuk memperingati perayaan KAA ke-60. Salah satu sebabnya, prangko peringatan hanya boleh diterbitkan 25 tahun sekali. "Kemarin kami sudah menerbitkan untuk perayaan 50 tahun KAA. Kalau perangko itu ketentuannya harus kelipatan 25," kata dia.

    Juru bicara PT Pos Indonesia, Abu Sofyan, mengatakan PT Pos rutin menerbitkan sampul peringatan untuk mencatatkan kejadian besar di Indonesia. "Biasanya diterbitkan untuk mengenang suatu event besar, misalnya peringatan kemerdekaan, serta seperti sekarang ini Konferensi Asia-Afrika," katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.