Andika Surachman, Jadi Miliarder Lewat Umrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andika Surachman, Direktur Utama First Travel. TEMPO/Frannoto

    Andika Surachman, Direktur Utama First Travel. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.COJakarta - Di tengah sulitnya mendapatkan kuota haji, umrah menjadi jalan terakhir ke Tanah Suci Mekah. Besarnya kue bisnis peminat umrah itu dimanfaatkan betul oleh pasangan muda Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan lewat bendera PT First Anugerah Karya Wisata. First Travel, demikian orang biasa menyebut perusahaan itu, menjadi agen travel dengan rekor pemberangkatan jemaah terbanyak di Indonesia.

    "Tahun ini kami memberangkatkan 35 ribu anggota jemaah," ujar Andika, Presiden Direktur PT First Anugerah Karya Wisata, seperti ditulis Koran Tempo, Kamis, 26 Maret 2015. Angka itu tercatat sebagai jumlah keberangkatan terbanyak dalam semusim oleh Museum Rekor Indonesia. 

    Andika meraih prestasi itu dalam usia muda, 29 tahun. Padahal enam tahun lalu dia bersama istrinya masih mengontrak rumah petak di Depok. Awal perjalanan miliarder muda ini sangat terjal. Sejak ayah Anniesa--yang selama ini menafkahi mereka--meninggal pada 2008, mereka memulai bisnis dengan berjualan pulsa ponsel, burger, seprei, hingga jasa cetak foto. Namun semuanya merugi. "Kegagalan itu pelajaran paling berarti dalam hidup saya," ujar Anniesa.

    Pada 2009, Andika, yang berpendidikan terakhir sekolah menengah atas, menjajal bisnis travel. Modalnya Rp 50 juta hasil gadai rumah mertuanya. Mereka menawarkan jasa dari rumah ke rumah dan telepon lewat Yellow Pages. Besarnya pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Enam bulan setelah membuka usaha itu, mereka bangkrut dan rumah mertua disita bank. "Itu merupakan masa sulit, jatuh dan jatuh," katanya.

    Hidup dengan lilitan utang, keduanya mengontrak rumah petak dengan sisa modal Rp 10 juta. Peruntungan mereka berbalik setelah sembilan karyawan Bank Indonesia minta diantar ke Vietnam untuk berwisata. "Saya ambil saja meskipun belum pernah ke sana. Yang penting kami hidup," kata Andika.

    Bank Indonesia kembali membuka pintu rezeki mereka. Pada 2011, Andika memberangkatkan 127 karyawan BI pergi umrah. "Kami PD saja presentasi soal umrah, padahal belum pernah," ujar Andika. Pada tahun yang sama, mereka juga memfasilitasi umrah bagi 50 karyawan Pertamina. "Alhamdulillah, sukses."

    Sejak itu, First Travel makin dikenal. Pada 2012, 800 orang berangkat ke Mekah. Tahun berikutnya, 3.800 orang. Dan tahun lalu, jadi 15 ribu orang. Puncaknya, sebanyak 35 ribu orang memesan tiket keberangkatan umrah tahun ini dengan tiga paket yang dihargai mulai sekitar Rp 15 juta hingga yang termahal US$ 3.000 per orang. 

    Pendapatan First Travel mencapai US$ 20 juta pada tahun lalu. Dengan lonjakan angka keberangkatan, pendapatan mereka diperkirakan antara US$ 50 dan US$ 60 juta. Andika mengatakan kunci usaha mereka adalah menjaga kepercayaan dan pelayanan.

    Di tengah kemewahan yang mereka miliki, miliarder muda ini tidak lupa berbagi. Dia dan istrinya membentuk First Foundation untuk menyalurkan dana sosial. Anniesa didapuk sebagai pemimpin proyek itu. "Untuk sementara, kami berfokus pada perbaikan sarana ibadah dan beasiswa untuk anak tidak mampu," ujarnya.

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.