Dibanding Negara Lain, Investor Indonesia Paling Bahagia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manulife Financial. TEMPO/Seto Wardhana

    Manulife Financial. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 81 persen investor Indonesia menyatakan puas dengan imbal hasil investasi yang diperoleh pada tahun 2014. Mayoritas investasi tersebut ditempatkan pada tabungan, deposito, properti, dan asuransi. Jumlah investor yang puas ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.

    Investor Indonesia juga paling optimistis ketika ditanya ihwal proyeksi imbal hasil investasi di tahun 2015. Sekitar 24 persen investor berharap mendapatkan imbal hasil investasi sebesar 20 persen atau lebih dan secara rata-rata investor Indonesia mengharapkan imbal hasil investasi 14,5 persen, jauh di atas angka investor di Asia yang mengharapkan 10,2 persen.

    Namun, 68 persen investor berencana menambah porsi dana tunai selama enam bulan ke depan dan 56 persen ingin menambah porsi investasi di properti. “Diperkirakan alokasi investasi yang besar pada tabungan, deposito, dan properti tahun lalu tidak sejalan dengan harapan investor yang ingin imbal hasil 14,5 persen,” kata Putut E. Andanawarih, Direktur Pengembangan Bisnis PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dalam keterangan tertulis mengenai hasil riset Manulife Investor Sentiment Index (MISI) kemarin. MISI didasarkan pada 500 wawancara tatap muka dengan responden dari kalangan investor kelas menengah-atas dan berusia 25 tahun ke atas.

    Tingkat kepercayaan diri investor Indonesia juga dianggap paling tinggi dibandingkan dengan investor-investor lainnya di Asia. Sebanyak 85 persen investor puas dengan kondisi finansial mereka saat ini dan 69 persen merasa kondisi mereka saat ini lebih baik daripada dua tahun lalu. Bahkan, 73 persen percaya bahwa kondisi keuangan mereka akan lebih baik dalam dua tahun ke depan.

    Optimisme para investor juga terlihat ketika ditanya tentang pandangan mereka terhadap kondisi finansial generasi berikutnya. Sebanyak 80 persen percaya bahwa kondisi finansial anak-anak mereka akan jauh lebih baik dan 72 persen mengatakan bahwa mereka akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik pada usia pensiun. Dengan persentase tertinggi di Asia, investor Indonesia juga yakin bahwa masa sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi.

    “Pandangan positif investor terhadap situasi finansial mereka dan anak-anak mereka menggambarkan optimisme masyarakat Indonesia terhadap kehidupan  yang lebih makmur," ujar Nur Hasan Kurniawan, Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

    EFRI RITONGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.