Trans TV Siap Ambil Alih Lativi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen Trans TV siap mengambil alih Lativi, perusahaan milik A Latief. Namun, itu harus mendapat persetujuan Bank Mandiri selaku kreditor Trans TV dan Lativi. “Kami diajak bicara Bank Mandiri mengambil alih Lativi sejak pekan lalu. Kami menyatakan siap,” ujar Direktur Keuangan dan SDM Trans TV Dudi Hendrakusuma kepada Tempo, Senin (8/8) . Stasiun televisi milik kelompok usaha Chairul Tandjung ini berminat membeli Lativi dengan pertimbangan potensi perluasan segmentasi pasar dan efisiensi produksi. Selain Trans TV, TV3 dari Malaysia dikabarkan juga berminat mengambil alih Lativi. Kedua stasiun televisi itu juga dikabarkan menyelesaikan persoalan kredit macet Lativi Rp 328,52 miliar di Bank Mandiri. Menurut Dudi, manajemen Trans TV belum melakukan proses due dilligence terhadap Lativi. sebab masih menunggu lampu hijau dari Bank mandiri lantaran persolan krdit macet Lativi di sana. “Belum ada penjajakan. Bank Mandiri yang paling berhak menentukan mampu tidaknya debitor melakukan pengambilalihan aset dan kredit macet pada debitor lain. Kalau Lativi tidak punya masalah kredit macet, Trans TV bisa langsung melakukan penjajakan,” ujarnya. Manajemen Trans TV sendiri memprioritaskan pengambilalihan Lativi sebagai program kerja tahun ini. Dengan pertimbangan Bank Mandiri menunjukkan sinyal persetujuannya. “Jika Bank Mandiri menganggap ini prioritas, maka kami pun prioritaskan,” ucapnya. karena itu, Trans TV juga belum bisa menggambarkan alternatif skema perbaikan kredit macet Lativi. Direktur Bank Mandiri Nimrod Sitorus enggan mengomentarinya. “Ini semua masih proses. Jangan sampai semuanya nanti buyar,” ujarnya.Hal senada diungkapkan Kepala Humas Lativi Raldi Doy. Ia menyatakan proses penjajakan antara dua investor tersebut sedang berjalan dan belum ada keputusan . “Sebetulnya banyak investor berminat terhadap Lativi. Namun, semuanya bersifat rahasia. Jadi sebaiknya kita hormati saja proses yang berlangsung,” ucapnya. Bank Indonesia (BI) tidak mempersoalkan investor yang berminat mengambil alih perusahaan sekaligus memperbaiki kredit macetnya. Menurut Direktur Pengawasan Bank BI Rusli Simanjuntak, BI tidak ikut campur dalam proses pengambilalihan itu. BI hanya melihat dan memeriksa jika ada hal yang melanggar ketentuan dalam tugasnya mengawasi bank. “Yang penting bank terkait menyetujui dan menilai investor tersebut layak memperbaiki kredit macet,” ucapnya. rr. ariyani

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.