Elpiji 3 Kilogram Langka, Pertamina Operasi Pasar di 21 Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) hari ini, 5 Maret 2015, akan melakukan operasi pasar elpiji kemasan 3 kilogram secara serentak di 21 kabupaten dan kota. Operasi pasar yang dilakukan Pertamina Region III akan dipusatkan di Jalan Mochamad Toha Kilometer 5, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

    Di Subang, Jawa Barat, sepanjang hari ini akan dilakukan operasi pasar besar-besaran. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Cabang Subang Hery Pratikto mengatakan operasi pasar akan dilakukan di beberapa lokasi yang pernah mengalami kelangkaan elpiji 3 kilogram.

     Titik yang menjadi lokasi operasi pasar elpiji bersubsidi tersebut yakni kantor Kelurahan Soklat, lapangan sepak bola Cikondang, Dawuan Kaler, Alun-alun Kalijati, SPBU Kalijati, Cimacan Pagaden Barat, Compreng, dan Pusakanagara.

    "Operasi pasar di setiap lokasi akan berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB," kata Hery. Di setiap lokasi disiapkan satu truk yang memuat 560 tabung. Harga jual elpji dalam operasi pasar ini sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 16 ribu per tabung.

    Menurut Hery, agar pembeliam tertib, setiap konsumen dibatasi hanya boleh membeli dua tabung. "Kami tak melayani penjualan buat pengecer warung dan sepeda motor," ujarnya.

    Tak hanya melakukan operasi pasar di setiap titik yang pernah terjadi kelangkaan, Pertamina juga mengisi gas melon di setiap SPBU di seantero Subang.

    "Setiap SPBU-pun sekarang diwajibkan menjual gas melon," ujarnya.  Jadi, dia melanjutkan, kapan pun membutuhkan, konsumen bisa membeli di SPBU terdekat dengan harga Rp 16 ribu per tabung.

    Hery optimistis tak ada lagi cerita gas melon lenyap di pasaran atau konsumen terpaksa membeli gas dengan harga tinggi setelah Pertamina menambah pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di seluruh penjuru Subang.

    GRACE GANDHI | NANANG SUTISNA (SUBANG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.