Pertamina Putus Kontrak Pangkalan Penimbun Elpiji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengecer gas 3 kg menumpuk tabung kosong jualannya di salah satu penyalur elpiji di kawasan Cicadas, Bandung, Jawa Barat, Jumat 12 September 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Pengecer gas 3 kg menumpuk tabung kosong jualannya di salah satu penyalur elpiji di kawasan Cicadas, Bandung, Jawa Barat, Jumat 12 September 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Jakarta: Pertamina telah memutus kontrak 10 pangkalan gas karena menimbun gas elpiji 3 kilogram yang menyebabkan gas melon itu langka di pasar. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan sepuluh pangkalan itu juga menaikkan harga sehingga melebihi harga eceran tertinggi.

    Menurut Bambang, banyak pihak yang ingin mengambil untung besar dengan cara menimbun dan menyebarkan isu kenaikan harga elpiji 3 kilogram. "Kalau ada yang bermain-main lagi kami akan PHU, pemutusan hubungan usaha," katanya kepada Tempo, Selasa 3 Maret 2015.

    Pangkalan yang diputus kontraknya ini masing-masing ada empat di Bogor dan Depok dan dua pangkalan lagi di Bekasi.  Saat ini Pertamina sedang menunggu pemberlakuan distribusi tertutup elpiji 3 kilogram melalui kartu BPJS. Pemberlakuan distribusi tertutup ini, kata dia, harus jelas siapa yang berhak menerima elpiji 3 kilogram dan mekanismenya.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan pihaknya masih melakukan kajian dan melakukan persiapan distribusi tertutup elpiji 3 kilogram. Sayangnya dia enggan menyebutkan kapan target kajian tersebut rampung. "Sabar ya, supaya tim bisa melakukan kajian dengan matang," katanya.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan pelaksanaan distribusi tertutup gas elpiji 3 kilogram bakal dilaksanakan tahun 2015 ini. Sebab, jika tidak dilakukan, penyaluran gas tidak akan tepat sasaran. "Gas elpiji  3 kilogram harus tepat sasaran," kata Sudirman, Selasa, 3 Maret 2015.

    Nantinya, kata Sudirman, pelaksanaan distribusi tertutup dilakukan oleh Pertamina yang akan dibantu oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah akan bertugas sebagai penyuplai data mana saja yang berhak membeli elpiji 3 kilogram.

    Masyarakat hanya bisa membeli elpiji 3 kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. "Pertamina hanya menyerahkan gas kepada mereka yang sudah terdata," katanya.

    ALI HIDAYAT | ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?