Refund Tiket Lion Air Ditalangi, Ini Penjelasan Jusuf Kalla

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat wawancara dengan Tim Tempo, 29 Januari 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat wawancara dengan Tim Tempo, 29 Januari 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ganti rugi Lion Air dibayarkan sementara oleh manajemen Angkasa Pura II karena kebutuhan dana mendadak terjadi pada hari libur. Menurut JK, saat itu hanya AP II yang memiliki dana tunai.

    "Bayangkan kalau orang di situ, hari Imlek. Untuk hanya kembalikan Rp 500 ribu harus balik ke Jakarta, terus balik lagi. Kasih saja yang di situ, orang butuh buat taksi dan hotel," ujar JK di kantornya, Senin, 23 Februari 2015.

    JK membantah penalangan itu dianggap sebagai bentuk penyelewengan. Menurut JK, dana talangan itu akan diganti Lion Air. Menurut JK, saat itu manajemen AP perlu merespon cepat untuk membantu masyarakat yang kesulitan.

    "Mungkin dia enggak ada uang lagi untuk balik ke Jakarta dan harus makan, siapa yang punya cash saat itu, ya, Angkasa Pura."

    Diberitakan sebelumnya, Lion Air mengalami penundaan penerbangan pada Rabu, 18 Februari 2015. Akibatnya, ratusan penumpang mengamuk karena tidak mendapat kepastian pengembalian dana.

    Hal ini diperparah dengan tidak adanya direksi Lion Air yang bersedia menemui mereka. Manajamen Angkasa Pura II kemudian menalangi refund tiket.

    Lebih lanjut JK mengatakan perusahaan airlines harus dikelola dengan baik karena memang tidak mudah untuk mengelolanya. 

    Ini terutama untuk penerbangan murah atau low cost carrier. "Sudah berapa banyak yang jatuh? Itu tak mudah, harus hati-hati. Walaupun LCC membantu masyarakat, tapi jatuh juga akhirnya tak membantu."

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.