Rabu, 26 September 2018

8 Fakta tentang Delay Lion Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan Khas TNI AU melintas disamping pesawat Lion Air saat berjaga di landasan pacu terminal 3 Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 20 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Sejumlah pasukan Khas TNI AU melintas disamping pesawat Lion Air saat berjaga di landasan pacu terminal 3 Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 20 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.COJakarta - Hari pertama tahun baru Cina 2566 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2015, tampaknya menjadi hari yang buruk bagi maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airline alias Lion air. Sejak Rabu, 18 Februari 2015, sejumlah penerbangannya tertunda, sehingga menyebabkan ribuan penumpang yang ingin menikmati libur panjang akhir pekan ini menumpuk di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

    Berikut ini data dan angka seputar keterlambatan penerbangan Lion Air yang terjadi sejak Rabu, 18 Februari 2015.

    Pertama. Bermula dari 3 pesawat yang rusak. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan kekacauan penerbangan Lion Air ini terjadi karena adanya kerusakan tiga pesawat Lion Air yang berimbas bagi sistem penerbangan maskapai itu selama tiga hari, Rabu-Jumat, 18-20 Februari 2015.

    Kedua. Ada 44 penerbangan yang tertunda sejak Rabu, 18 Februari 2015. Keterlambatan 36 penerbangan di bawah dua jam, sedangkan 8 sisanya lebih dari dua jam. "Itu data per pagi tadi," kata Djoko di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 20 Februari 2015.

    Ketiga. Empat penerbangan yang tertunda memaksa penumpang menginap di bandara. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan penumpang bermalam di Bandara Soekarno-Hatta karena sedikitnya empat penerbangan Lion Air tertunda.

    Keempat. Seratus penerbangan dibatalkan. Akibat tertundanya sejumlah penerbangan sejak Rabu, 18 Februari 2015, Lion Air memutuskan membatalkan seratus jadwal penerbangan di seluruh Indonesia pada Jumat, 20 Februari 2015, dari pukul 17.00 hingga 24.00.

    Kelima. Enam bandara lain ikut terkena imbas. Penerbangan Lion Air juga mengalami keterlambatan di sejumlah bandara. Menurut catatan Tempo, keterlambatan itu terjadi di Bandara Internasional Minangkabau, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Juanda Surabaya, Bandara El Tari Kupang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, serta Bandara Kualanamu Medan.

    Keenam. Angkasa Pura II menyiapkan Rp 3 miliar untuk menalangi pengembalian duit tiket (refund) dan kompensasi. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan duit ini disiapkan bagi penumpang Lion Air yang terkena dampak delay di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Memang enggak gampang menyiapkan duit segede itu," kata Budi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 20 Februari 2015.

    Ketujuh. Lion Air memiliki 110 pesawat. Namun, menurut Edward, hanya 81 pesawat yang terbang. Selain itu, Lion Air memiliki pesawat cadangan, yakni dua di Batam dan masing-masing satu di Semarang, Cengkareng, dan Makassar." Tapi untuk membawa pesawat cadangan itu ke Jakarta tidak gampang," kata Edward.

    Kedelapan. Lion Air mempunyai 723 pilot dan mengoperasikan 500 penerbangan. Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail mengatakan saat ini Lion memiliki 93 pesawat yang siap jalan. Adapun enam pesawat Lion Air sedang menjalani perawatan rutin, satu pesawat rusak, dan tiga pesawat menjalani perawatan tak terjadwal.

    "Kalau enggak pandai mengatur, ya, enggak cukup itu pesawatnya," kata Muzaffar.

    KHAIRUL ANAM | JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.