100 Hari Jokowi, Ada Investasi Rp 924,3 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Kepala BKPM Franky Sibarani saat mengunjungi kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, 26 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Presiden Joko Widodo bersama Kepala BKPM Franky Sibarani saat mengunjungi kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, 26 Januari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, dalam seratus hari masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, iklim investasi mulai cerah. "Optimisme investor terlihat," kata Franky di kantornya, Rabu, 28 Januari 2015.

    Franky mengatakan optimisme nyata terlihat dari banyaknya investor yang ingin masuk ke Indonesia. Sejak 22 Oktober 204 hingga hari ini, kata dia, ada 77 perusahaan yang menyampaikan minat berinvestasi di Tanah Air. (Baca: Bidang Usaha Prioritas Ini Dapat Kemudahan Izin)

    Dari jumlah tersebut, 46 perusahaan sudah meneken komitmen dengan nilai investasi US$ 74 miliar (sekitar Rp 924,3 triliun). "Mereka menggarap berbagai sektor, seperti maritim, hilirisasi mineral, infrastruktur, hingga industri padat karya," ujarnya. (Baca: 5 Izin Sektor Energi Ini Dialihkan ke BKPM) )

    Investor asing, kata Franky, serempak datang setelah Jokowi terpilih dan diangkat menjadi presiden. Franky yakin situasi politik yang kini tengah memanas tidak mempengaruhi optimisme para investor. Gairah investor turut dipacu oleh adanya sistem pelayanan terpadu satu pintu dan sejumlah upaya lain untuk menarik minat investor. (Baca: Jokowi Resmikan Layanan Investasi Satu Pintu)

    Pada 2014, BKPM mencatatkan realisasi investasi Rp 456,6 triliun. Angka ini naik 16,2 persen daripada 2013. Franky mengatakan, pada 2015, BKPM mematok target pertumbuhan investasi 14 persen atau senilai Rp 520,5 triliun.

    ANDI RUSLI

    Berita Terpopuler
    Selalu Bilang Next, Ceu Popong Tegur Menteri Anies  
    EKSKLUSIF: Wawancara Ratna, Saksi Bambang KPK (I)
    KPK Rontok, Giliran Yusuf PPATK 'Diteror' DPR  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.