Harga Minyak Lesu, Schlumberger Pecat Karyawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Peter Andrew Bosch

    AP/Peter Andrew Bosch

    TEMPO.COHouston - Penurunan harga minyak dunia mulai membawa dampak buruk di sektor tenaga kerja. Karena pendapatannya merosot, operator ladang minyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya. (Baca juga: Harga BBM, Menteri Sofyan: Jumat ada Kabar Baik.)

    Ini yang dilakukan oleh Schlumberger, perusahaan minyak yang bermarkas di Houston, Texas, Amerika Serikat. Kabar yang dilansir Business Insider menyebutkan Schlumberger akan merumahkan 8 persen atau sebanyak 9 ribu karyawannya. 

    Manajemen Schlumberger menyatakan hal ini dilakukan sebagai respons atas penurunan harga minyak. "Serta mengantisipasi rendahnya kegiatan eksplorasi pada 2015," demikian pernyataan yang dirilis pada Kamis, 15 Januari 2015, waktu setempat. (Baca juga: Harga Minyak Turun, Ini Saran DEN untuk Pemerintah.)

    Schlumberger adalah penyedia peralatan dan jasa untuk eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas terbesar di dunia. Perusahaan yang didirikan di Prancis pada 1926 ini mempekerjakan sekitar 126 ribu karyawan dan beroperasi di 85 negara. 

    Namun dalam satu semester terakhir pendapatan dan harga saham Schlumberger merosot hingga 30 persen akibat penurunan harga minyak dunia. Saat ini Schlumberger menyatakan nilai earnings per share (EPS) atau pendapatan per lembar saham mencapai US$ 1,5, dan total penerimaan perusahaan sebesar US$ 12,6 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai EPS naik 11 persen dan penerimaan perusahaan meningkat 6 persen. 

    FERY F.

    Berita Terpopuler
    Megawati Pertanyakan Status Tersangka Budi Gunawan  
    Jokowi Akan Turunkan BBM, Jadi Rp 6.500 per Liter  
    Sodorkan BG, Kompolnas 'Disalahkan' Menteri Yuddy  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.