Minggu, 18 Februari 2018

Jokowi Akan Turunkan BBM, Jadi Rp 6.500 per Liter  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 15 Januari 2015 10:35 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi Akan Turunkan BBM, Jadi Rp 6.500 per Liter   

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan kembali menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premium dan solar. Saat ini harga Premium Rp 7.600 per liter. Pemerintah berencana menurunkannya menjadi Rp 6.400-6.500 per liter.

    Penurunan harga minyak ini, kata Presiden Jokowi, disebabkan oleh anjloknya harga minyak dunia. "Kami akan mengumumkan, harga minyak mungkin bisa turun lagi Rp 6.400-6.500 per liter," kata Presiden Jokowi di acara Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2015. (Baca: Besok, Pemerintah Revisi Lagi Harga Bensin)

    Harga minyak dunia terus merosot hingga di bawah US$ 45 per barel. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pemerintah berencana mengumumkan perubahan harga BBM pekan ini. Rencananya, keputusan itu akan diumumkan besok.  (Baca: Harga Premium akan Dipatok Maksimal Rp 9,500)

    Perubahan harga bahan bakar akan dilakukan setiap dua pekan sekali hingga harga minyak dunia kembali normal. “Kalau harga (minyak dunia) stabil, (harga BBM bersubsidi) enggak perlu diganti-ganti dong. Kalau naik-turun, baru dua minggu sekali ada perubahan. Tapi kalau enggak ada perubahan enggak apa-apa,” ujar Sofyan di kantornya, Rabu malam, 14 Januari 2015.

    Pada 1 Januari 2015, pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi. Berdasarkan keputusan pemerintah, harga terbaru Premium dipatok Rp 7.600, turun dari Rp 8.500. Sedangkan harga solar ditetapkan Rp 7.250 dari sebelumnya Rp 7.500.

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan pemerintah akan kembali mengubah harga dasar BBM jenis minyak solar dan Premium pada Jumat, 16 Januari 2015. Perubahan ini disebabkan oleh pergerakan harga minyak dunia yang terus turun. "Harus fair, karena kita mengatakan subsidi dilepas. Kalau menunggu sampai akhir bulan, rasanya penurunan terlalu tajam," ujarnya.

    TIKA PRIMANDARI | JAYADI SUPRIADIN

    Terpopuler
    7 Hal Terjadi Setelah Budi Gunawan Tersangka
    Lima Jenderal Ini Disebut Punya Rekening Gendut
    4 Risiko Budi Gunawan Jika Ngotot Jadi Kapolri
    Sepasukan Polisi Datangi Gedung KPK, Ada Apa?


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.