Jonan Selidiki Pejabat 'Penjual' Izin AirAsia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan (kiri), bersama CEO AirAsia, Tony Fernandes, usai  memberikan keterangan pers terkini terkait pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,  29 Desember 2014. Menhub akan mengkaji kembali operasi dan bisnis Air Asia di Indonesia pasca hilangnya pesawat tersebut. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan (kiri), bersama CEO AirAsia, Tony Fernandes, usai memberikan keterangan pers terkini terkait pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 29 Desember 2014. Menhub akan mengkaji kembali operasi dan bisnis Air Asia di Indonesia pasca hilangnya pesawat tersebut. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memerintahkan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan untuk melakukan audit investigasi di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Audit investigatif ini dilakukan untuk menelisik pejabat yang memperjual-belikan izin rute Indonesia AirAsia QZ8501 yang jatuh pada Ahad, 28 Desember 2014.

    Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid mengatakan perintah audit investigasi itu berlaku sejak hari ini. "Target selesai, secepatnya," kata Hadi, Senin, 5 Januari 2015. (Baca: Rute Air Asia Ilegal, Jonan Ganti Pejabat AP I)

    Hadi mengatakan AirAsia QZ8501 yang jatuh beberapa waktu lalu tidak mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan. Hadi mengatakan, jika pun ada, izin tersebut seharusnya hanya dikeluarkan oleh regulator, yakni Kementerian Perhubungan. "Kini kami melakukan investigasi, izin yang dibawa pesawat AirAsia itu dari siapa? Bagaimana itu dikeluarkan?" ujarnya. (Baca: Tak Patuhi Rute, Jonan Ancam Cabut Izin Maskapai)

    Hadi membantah pesawat AirAsia QZ8501 terbang dengan membawa izin dari Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan. "Nggak mungkin, izin itu sudah ditentukan empat hari (tidak ada hari Ahad)," katanya. Dia mengaku tidak tahu dari mana izin terbang pilot AirAsia didapat. Hadi mengatakan tidak menutup kemungkinan pejabat pemerintah terlibat dalam pemberian 'izin ilegal' pesawat AirAsia.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura tidak sesuai dengan pengajuan izin yang diminta kepada pemerintah. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdiatmodjo mengatakan pihaknya mengeluarkan izin periode musim dingin 2014/2015 pada rute Surabaya-Singapura dengan surat nomor AU.008/30/6/DRJU.DAU 2014 per 24 Oktober 2014. (Baca: Cari Air Asia, Amerika Turunkan Lagi Satu Kapal)

    Surat tersebut memberikan izin penerbangan dengan rute Surabaya-Singapura kepada AirAsia dengan jadwal Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu berdasarkan permintaan maskapai yang berbasis di Malaysia tersebut. "Dalam pelaksanaannya jadwal terbang adalah Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu," kata Djoko. (Baca: Panglima Moeldoko Ikut Cari Air Asia)

    ALI HIDAYAT


    Berita Terpopuler
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat
    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?
    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.