Maskapai Tak Patuhi Rute, Jonan Ancam Cabut Izin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Air Asia A320-300, termasuk salah satu pesawat dengan tipe berbadan sempit (narrow-body). Dua jenis mesin ditawarkan Airbus kepada pengguna A320 yaitu CFM56 dan IAE V2500, pesawat tersebut memiliki jarak jangakauan dekat-menengah. MANJUNATH KIRAN/AFP/Getty Images.

    Pesawat Air Asia A320-300, termasuk salah satu pesawat dengan tipe berbadan sempit (narrow-body). Dua jenis mesin ditawarkan Airbus kepada pengguna A320 yaitu CFM56 dan IAE V2500, pesawat tersebut memiliki jarak jangakauan dekat-menengah. MANJUNATH KIRAN/AFP/Getty Images.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdiatmodjo memperingatkan maskapai penerbangan di Indonesia agar tak melanggar aturan seperti AirAsia QZ8501. Dia menyatakan Kementerian Perhubungan mengancam akan mencabut rute maskapai penerbangan yang terbukti melanggar aturan yang berlaku. (Baca: Dituding Melanggar, Air Asia: Tak Mungkin Tak Izin)

    Tim akan mengumumkan hasil investigasi terhadap penerbangan AirAsia secepatnya. "Kalau enggak cocok (dengan jadwal) dan terjadi penerbangan, kami akan bekukan seperti yang sudah kami lakukan dengan AirAsia," kata Djoko dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 5 Januari 2015. (Baca : Air Asia Jatuh, DPR Dukung Kerja Basarnas)

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kata Djoko, juga sedang mencocokkan semua izin rute maskapai dengan realisasi jadwal penerbangan. Realisasi ini didasarkan pada jadwal terbang maskapai yang dijual kepada konsumen di Internet. "Tim kami sedang bergerak. Kalau ternyata ada yang salah dengan rute yang dilakukan, (maskapai) kami suspend." (Baca : Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan)

    Djoko berharap ancaman ini menjadi peringatan bersama bagi pihak terkait agar menaati aturan, termasuk menerbangi rute yang telah ditentukan sesuai dengan izin. Penyimpangan yang dilakukan maskapai, kata Djoko, efeknya akan mengacaukan penerbangan.

    Kementerian Perhubungan menyatakan penerbangan Indonesia AirAsia dengan rute Surabaya-Singapura pada Ahad, 28 Desember 2014, tidak sesuai dengan izin penerbangan yang diajukan ke pemerintah. Menurut Djoko, pihaknya mengeluarkan izin periode musim dingin 2014/2015 pada rute Surabaya-Singapura dengan surat bernomor AU.008/30/6/DRJU.DAU 2014 per 24 Oktober 2014. (Baca: Cari Air Asia, Amerika Turunkan Lagi Satu Kapal)

    Surat tersebut memberikan izin penerbangan dengan rute Surabaya-Singapura kepada AirAsia QZ8501 dengan jadwal Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu berdasarkan permintaan maskapai yang berbasis di Malaysia tersebut. "Dalam pelaksanaannya, jadwal terbang AirAsia bukan Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu, melainkan Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu," kata Djoko dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 5 Januari 2015. (Baca: Panglima Moeldoko Ikut Cari Air Asia)

    ALI HIDAYAT

    Terpopuler:
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat
    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'
    Ribut Rute Air Asia, Menteri Jonan di Atas Angin?
    Munas Islah Golkar, Agus Gumiwang Menolak Maju


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.