Jonan Bekukan Rute AirAsia, Singapura Bereaksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia A320. JIJI PRESS/AFP/Getty Images

    Pesawat AirAsia A320. JIJI PRESS/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Singapura - Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau Civil Aviation Authority of Singapore menyatakan PT Indonesia AirAsia atau AirAsia Indonesia memiliki jadwal penerbangan Surabaya-Singapura sepekan empat kali, yakni pada Senin, Rabu, Jumat, dan Ahad.

    Menurut CAAS, izin rute tersebut berlaku pada musim dingin, yakni mulai  26 Oktober 2014 hingga 28 Maret 2015. Rute ini disetujui lantaran ada slot di Bandar Udara Changi, Singapura, dan sudah disepakati pula oleh otoritas penerbangan Indonesia. (Baca: Rute Air Asia Surabaya ke Singapura Dibekukan)

    "Menanggapi pertanyaan media, kami ingin menjelaskan bahwa sebelum sebuah maskapai melayani dua kota (di negara berbeda), rute itu perlu mendapat persetujuan dari otoritas penerbangan sipil masing-masing,” kata CAAS lewat situs resminya, Sabtu, 3 Januari 2014.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Ignasius Jonan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membekukan sementara izin rute penerbangan milik Indonesia AirAsia dari Surabaya ke Singapura dan sebaliknya. (Baca: Air Asia Berani Tambah Jadwal Tanpa Izin, Kenapa?)

    Pembekuan izin rute Surabaya-Singapura terhitung mulai 2 Januari 2015 sampai dengan keluarnya hasil evaluasi dan selesainya investigasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Pesawat milik maskapai yang berbasis di Malaysia itu hilang kontak pada Ahad pagi, 28 Desember 2014.

    "Pembekuan rute itu tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU. 008/1/1/DRJU-DAU-2015 tanggal 2 Januari 2015," kata Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J. A. Barata pada hari yang sama saat surat pembekuan itu diterbitkan. (Baca: Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur Air Asia)

    Pernyataan CAAS itu berbeda dengan penjelasan Kementerian Perhubungan. Menurut Kementerian, dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara tertanggal 24 Oktober 2014 tentang Izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015, tertulis rute AirAsia Surabaya-Singapura pada Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

    Dengan dasar peraturan tersebut, penerbangan AirAsia pada Ahad atau saat pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak, dianggap melanggar persetujuan rute yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan. (Baca juga: Jonan Damprat AirAsia, Pilot Tulis 'Surat Cinta')

    URSULA FLORENE SONIA | CAAS

    Baca Berita Terpopuler

    Jonan Balas 'Surat Cinta' Pilot Qatar Airways 
    Jonan Damprat AirAsia, Pilot Tulis 'Surat Cinta
    Lokasi Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Ditemukan
    AirAsia QZ8501, 5 Fakta dan 5 Tanda Tanya
    Pamer Kendaraan dan Alat Canggih Pencari Air Asia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.