Geger, Menteri Jonan Damprat Direktur AirAsia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memarahi seorang direktur PT Indonesia Air Asia dalam kunjungan mendadak ke kantor operasional sejumlah maskapai di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Alasannya, AirAsia tak menggelar briefing langsung bagi pilot ihwal informasi cuaca penerbangan. AirAsia hanya mengunduh dokumen informasi tersebut.

    Seperti yang disampaikan Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa Djuraid, saat tiba di kantor operasional AirAsia di Indonesia, Jonan menyaksikan beberapa persiapan pilot sebelum membawa pesawat terbang. Ia memperhatikan betul bagaimana para pilot mendapat informasi cuaca penerbangan terbaru saat itu. Ternyata, para pilot AirAsia tak selalu mendapat briefing langsung dari flight operation officer (FOO). (Baca: Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry)

    Mereka hanya mengunduh informasi cuaca dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. "Itu yang sudah berlaku secara internasional, mengambil info cuaca secara fisik dari BMKG itu cara tradisional," kata seorang direktur AirAsia saat menjawab pertanyaan Jonan seperti yang ditirukan oleh Hadi, Jumat, 2 Januari 2015.

    Jonan lalu menyinggung tragedi nahas AirAsia QZ8501. "Kalo itu cara tradisional, mengapa Anda masih ambil laporan cuaca BMKG jam tujuh, setelah pesawat Anda terbang?" tanya Jonan merujuk pada surat dari Kepala BMKG Andi Eka Satya kepada Jonan yang menyebutkan AirAsia baru mengambil informasi cuaca pada pukul 07.00 WIB sesudah AirAsia QZ8501 hilang kontak dan bukan sebelum pesawat lepas landas.

    Direktur itu pun menjawab singkat. "Itu ya karena tradisional saja, Pak," katanya. Jonan naik pitam mendengar jawaban tersebut. "Kalau ada aturan, Anda harus patuh. Jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda," ujar Jonan. "Siap Pak, kami siap mengikuti semua regulasi dari Bapak," balas si direktur. (Baca: Ahok Promosikan Penemu Puing Air Asia, Siapa Dia?)

    Tak berhenti di situ, Jonan bertanya langsung kepada seorang pilot senior tentang briefing sebelum terbang. "Anda lebih suka di-brief secara langsung oleh FOO atau membaca sendiri?" tanya Jonan. "Kami lebih suka di-brief langsung, Pak," jawab pilot. Jonan mendesak agar tenaga operator penerbangan segera ditambah untuk memberikan briefing langsung kepada pilot.

    "Kalau jumlah FOO kurang, ya, harus tambah. Keselamatan mahal, tapi kalau celaka seperti kemarin, lebih mahal lagi. Nyawa manusia tidak ternilai harganya," ujar Jonan seperti yang dkutip oleh Hadi. (Baca: Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia)

    PUTRI ADITYOWATI

    CATATAN:
    Ada perubahan redaksional, berita ini berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Hadi Mustofa Djuraid, Staf Khusus Menteri Perhubungan.


    Baca Berita Terpopuler

    Korban AirAsia QZ8501 Ketemu, Masih Ada 10 Misteri
    Bodi Pesawat Air Asia Sudah Ditemukan?
    Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia
    Dua Spekulasi Kecelakaan Air Asia QZ8501
    Korban Air Asia QZ8501, Berjam Rolex, Berkaus Polo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.