Harapan JK untuk Bursa Saham Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup perdagangan tahun 2014 di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 30 Desember 2014. JK menutup perdagangan tepat pada pukul 16.00 WIB. (Baca: BEI Targetkan Gaet 100 Ribu Investor Tahun Depan)

    Dalam sambutannya, JK mengatakan Bursa Efek Indonesia memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Semoga bursa efek ini bisa memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan Indonesia ke depannya," kata JK di Gedung Bursa Efek Indonesia. (Baca: Tutup Tahun 2014, Indeks Saham Melambung)

    Sesaat setelah ditutup oleh JK, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menyentuh level 5.226,947. Sedangkan, Indeks LQ45 berada di level 898,581. Melihat pencapaian ini, JK optimistis kinerja perekonomian khususnya di pasar modal akan membaik. "Ekonomi kita berjalan lebih baik daripada negara lain di regional Asia," kata JK. (Baca: 2014, Bursa Saham Indonesia Paling Unggul)

    Selain JK, penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Perberdayaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi, dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad.

    Pada perdagangan terakhir di tahun kuda kayu ini, IHSG menguat 48,57 poin atau 0,94 persen ke level 5.226,947 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan 2013 yang berada di level 4.274,18, IHSG melonjak hingga 22,3 persen.

    Melalui keterangan tertulis, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan kekhawatiran akan koreksi terhadap kinerja pasar modal Indonesia berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu serta kondisi ekonomi negara besar ternyata tidak terbukti. “Angka-angka yang cukup meyakinkan mudah-mudahan meningkatkan optimisme memasuki tahun 2015,” kata Nurhaida.

    ANDI RUSLI | FERY F

    Berita Bisnis Lainnya
    Misteri Tiga Menit Sebelum Hilangnya Air Asia
    Tony Kunjungi Keluarga Pilot Air Asia yang Hilang
    Harga Pertamax Turun Bulan Depan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.