Garuda Pangkas Jumlah Kursi Bisnis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. Tempo/Fahmi Ali

    Pesawat Garuda Indonesia. Tempo/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia akan mengurangi kuota kursi kelas bisnis per tahun 2015. Maskapai pelat merah tersebut mengklaim kursi kelas bisnis kurang peminat. "Paling parah, kelas bisnis hanya terisi 30 persen," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibobo, Senin, 29 Desember 2014. Sedangkan perhitungan rata-rata pada tahun 2014 ini, kursi kelas bisnis hanya terisi di kisaran 40-50 persen.

    Oleh karena itu, pihaknya akan memangkas kursi kelas bisnis untuk kelas Boeing yang semula berjumlah 12 menjadi delapan kursi. Empat kursi peralihan itu akan dialihfungsikan menjadi kursi kelas ekonomi. Perubahan ini akan menambah rataan kursi ekonomi sebesar 15 persen," kata Arif. (Baca: 10 Tahun Tsunami, Garuda Tambah Kursi ke Aceh)

    Arif yakin peralihan itu akan mampu mendongkrak pendapatan Garuda dibanding dengan mempertahankan kuota kursi bisnis seperti semula. Apalagi dengan adanya edaran Presiden Joko Widodo yang melarang pejabat negara naik kelas bisnis. Edaran itu diprediksi bakal mempengaruhi tingkat pembelian tiket kelas bisnis Garuda. Meski kursi kelas bisnis dipangkas, namun kursi kelas eksekutif tidak mengalami perubahan.

    ANDI RUSLI

    Terpopuler
    Lima Teori Hilangnya Pesawat AirAsia
    Tak Baca Email, 10 Penumpang AirAsia Batal Terbang
    Pramugari AirAsia Ini Berencana Mudik ke Palembang
    Pelaut Ini Mengaku Lihat Pesawat Mirip AirAsia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.