Singapura-Vietnam Ungguli Pajak Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Pajak

    Direktorat Jenderal Pajak

    TEMPO.CO , Jakarta: Pengamat perpajakan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan kinerja penerimaan pajak pribadi non-karyawan orang Indonesia kalah jauh dibanding negara lain se-kawasan Asia Tenggara. (Baca: Dirjen Pajak Dapat Tambahan Wewenang )

    Untuk Produktifitas PPH badan, rasio produktivitas pajak orang pribadi dibawah 1 persen, atau kalah jauh dibanding dibanding Singapura 24 persen, Thailand 22 persen dan Vietnam 25 persen.

    "Dibanding Laos dan Filipina pun kepatuhan kita masih kalah jauh," kata Prastowo di Jakarta, Ahad, 28 Desember 2014. (Baca: Target Jokowi: Jumlah Pembayar Pajak 2 Kali Lipat)

    Yustinus menambahkan struktur penerimaan pajak sejak zaman Soeharto hingga kini tidak berubah. Perinciannya pajak PPN menyumbang Rp 350 triliun, kemudian PPH badan Rp 200 triliun, PPH orang pribadi karyawan Rp 105 triliun dan PPH orang pribadi non karyawan Rp 5 triliun.

    "Artinya reformasi politik tidak pernah menyentuh ini, komposisi sama hanya elit yang berubah." (Seleksi Dirjen Pajak, Giliran KPK Beri Masukan)

    JAYADI SUPRIADIN




    Terpopuler
    AirAsia Hilang, Obama Gelar Rapat di Honolulu
    Daftar Nama Kru dan Penumpang AirAsia
    Di Mana Titik AirAsia Hilang di Radar?
    Seperti Apa Jalur AirAsia Versi Flightradar24 ?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.